Kepala BRIN Sebut Prabowo Setuju Dana Riset Naik 50%, Fokus Pangan-Industri
kumparanNEWS January 15, 2026 06:57 PM
Kepala Badan Riset dan Inaovasi Nasional (BRIN) Arif Satria menyampaikan komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan anggaran riset nasional hingga 50 persen.
Hal tersebut disampaikan Arif usai pertemuan Presiden bersama sekitar 1.200 guru besar, rektor, dan dekan di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (15/1).
Menurut Arif, kabar paling menggembirakan dari pertemuan itu adalah komitmen Presiden untuk menaikkan dana riset nasional.
"Namun hal yang sangat menggembirakan pada hari ini adalah bahwa beliau konsen soal peningkatan dana penelitian. Jadi jumlah dana penelitian di Indonesia saat ini kan baru Rp 8 triliun ya. Beliau punya komitmen dan tadi sudah menyampaikan dan ini disambut gembira oleh para guru besar bahwa jumlah yang akan ditingkatkan sekitar 50% dari dana yang sekarang ini," kata Arief.
Ia menambahkan, peningkatan ini penting karena dana riset Indonesia saat ini baru sekitar 0,3 persen dari PDB, jauh tertinggal dibandingkan negara lain.
"Karena saat ini dana riset yang ada di Indonesia baru sekitar 0,3% dari PDB. Ini jumlah yang sangat jauh dibandingkan dengan negara-negara lain," ucapnya.
Arif menjelaskan, dalam pertemuan tersebut Presiden Prabowo menekankan pentingnya membangun optimisme masa depan bangsa.
Dengan peningkatan anggaran tersebut, Arif berharap riset dapat menopang berbagai program strategis nasional.
"Nah, dengan jumlah yang besar ini, maka kita diharapkan bisa me-support berbagai program-program yang strategis yang bisa mendongkrak. Satu, pertumbuhan ekonomi. Kedua, mengatasi kemiskinan. Kemudian juga menciptakan lapangan kerja," ujarnya.
"Tentu sesuai dengan arah Bapak Presiden, Bapak Presiden fokus pada pangan," ucap dia.
Lebih jauh, BRIN juga menyiapkan penguatan riset di sektor tekstil, sepatu, hingga industri strategis lain seperti dirgantara. Arif menyinggung pengembangan pesawat N219 hasil kolaborasi BRIN dan PT Dirgantara Indonesia.
"Karena N219 yang sudah disiapkan antara BRIN dan PT DI, ini juga harus segera dipercepat. Moga-moga awal tahun 2027 atau akhir 2026 sudah bisa selesai risetnya, kemudian kita bisa menghasilkan pesawat Amfibi," tandas dia.
Mensesneg Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (15/1). Foto: Zamachsyari/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Mensesneg Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (15/1). Foto: Zamachsyari/kumparan
Terpisah, Mensesneg Prasetyo Hadi mengatakan, penambahan anggaran untuk riset masuk dalam pembicaraan bersama para rektor dan guru besar. Nilainya juga cukup besar.
"Dana riset di perguruan tinggi itu nilainya hanya Rp 8 triliun, itu setara dengan 0,34% dari APBN kita. Dan oleh karena itulah, dalam forum tadi, Bapak Presiden langsung memutuskan untuk memberikan tambahan dana anggaran sebesar Rp 4 triliun, yang harapannya ini dapat memperkuat riset-riset untuk seluruh universitas, termasuk bekerja sama dengan BRIN," tutur Prasetyo.
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.