Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Kristoforus Bota
POS-KUPANG.COM, BETUN - Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Arnoldus Betun terus menegaskan eksistensinya sebagai salah satu lembaga pendidikan kejuruan yang berperan strategis dalam mencetak sumber daya manusia terampil di wilayah perbatasan Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Berlokasi di Desa Lakekun Utara, Kecamatan Kobalima, sekolah ini tumbuh dan berkembang di tengah berbagai keterbatasan, namun tetap konsisten menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif dan berorientasi pada kebutuhan dunia kerja.
Secara geografis, SMK Arnoldus Betun berada di sisi kanan ruas jalan utama penghubung Kota Kota Betun dan Atambua, dengan jarak sekitar 12 kilometer dari pusat Kota Betun.
Letaknya yang berada di atas kontur lahan berbentuk tebing menghadap langsung ke jalan raya menjadikan sekolah ini tampak menonjol dan mudah dikenali oleh para pengguna jalan.
Baca juga: Kepala Desa Fahiluka Malaka Sikapi Pemotongan Dana Desa 2026, Adrianus Butuh Konsultasi
Posisi sekolah di dataran yang relatif tinggi juga menghadirkan suasana sejuk dengan sirkulasi udara yang segar, bahkan pada siang hari. Kondisi alam tersebut menciptakan lingkungan belajar yang cukup nyaman bagi siswa maupun tenaga pendidik dalam menjalankan aktivitas pendidikan sehari-hari.
Dari sisi infrastruktur, SMK Arnoldus Betun telah memiliki bangunan permanen yang cukup representatif. Pada bagian depan kompleks sekolah berdiri empat ruang permanen yang difungsikan sebagai ruang guru, ruang kelas, serta ruang praktikum siswa. Sementara di bagian belakang, terdapat tiga ruang permanen lainnya yang saat ini dimanfaatkan sebagai asrama putra dan putri.
Keberadaan asrama itu menjadi nilai tambah tersendiri, mengingat sebagian besar peserta didik berasal dari wilayah yang cukup jauh dari lokasi sekolah.
Adapun pembangunan gedung bagian depan diketahui menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Provinsi, yang menunjukkan adanya dukungan pemerintah terhadap penguatan sarana pendidikan kejuruan di daerah.
Secara kelembagaan, SMK Arnoldus Betun mulai beroperasi sejak tahun 2013. Namun izin operasional sekolah baru diterbitkan secara resmi pada pertengahan tahun 2022.
Kondisi tersebut mencerminkan dinamika serta tantangan administratif yang kerap dihadapi sekolah swasta, khususnya di wilayah perbatasan.
Meski demikian, pihak sekolah terus berbenah hingga berhasil memperoleh akreditasi pada tahun 2023 dengan predikat C, yang menjadi pijakan awal bagi peningkatan mutu layanan pendidikan ke depan.
Saat ini, SMK Arnoldus Betun berada di bawah naungan Yayasan Global Mandiri Malaka. Di bawah pengelolaan yayasan tersebut, sekolah ini mengembangkan tiga program keahlian yang dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat dan peluang kerja, yakni Asisten Keperawatan, Perhotelan, serta Desain Pemodelan Informasi Bangunan. Ketiga jurusan tersebut dirancang untuk membekali siswa dengan kompetensi praktis, baik untuk langsung memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Dari sisi peserta didik, SMK Arnoldus Betun saat ini memiliki total 50 siswa yang tersebar di tiga tingkat kelas. Rinciannya, Kelas III sebanyak 18 siswa, Kelas II berjumlah 17 siswa, dan Kelas I sebanyak 15 siswa. Meski jumlah tersebut belum besar, kondisi ini mencerminkan pertumbuhan yang relatif stabil sekaligus membuka peluang pengembangan di masa mendatang, seiring meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap sekolah.
Sementara itu, jumlah tenaga pendidik dan kependidikan tercatat sebanyak 17 guru yang terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Dari jumlah tersebut, 16 orang telah mengikuti seleksi Program Pendidikan Profesi Guru (PPG), termasuk Kepala Sekolah, dan satu orang guru belum mengikuti seleksi tersebut. Selain itu, terdapat tiga orang tenaga tata usaha yang mendukung administrasi sekolah, serta satu orang guru yang belum terdaftar dalam Dapodik. Komposisi ini menunjukkan adanya upaya berkelanjutan dari pihak sekolah untuk meningkatkan kualitas dan profesionalisme sumber daya manusia.
Dalam aspek pembiayaan, SMK Arnoldus Betun menerapkan kebijakan yang sangat berpihak kepada siswa. Sekolah membebaskan biaya Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP), termasuk biaya tinggal di asrama putra dan putri yang digratiskan sepenuhnya.
Biaya yang dibebankan kepada siswa hanya berkaitan dengan kegiatan praktik lapangan atau praktik kerja.
Namun demikian, hampir seluruh siswa telah terakomodasi dalam Program Indonesia Pintar (PIP) sejak tahun 2024, sehingga biaya praktik tersebut dapat dipotong langsung dari dana beasiswa yang diterima siswa.
Kepala SMK Arnoldus Betun, Yohanes Nahak, S.Pd., Gr., dalam wawancara bersama POS-KUPANG.COM di ruang kerjanya, Kamis (15/1/2025), menegaskan bahwa kebijakan pembebasan biaya tersebut merupakan wujud komitmen sekolah dalam membuka akses pendidikan seluas-luasnya bagi anak-anak di wilayah Malaka dan sekitarnya.
“Pendidikan kejuruan harus menjadi jembatan bagi siswa untuk keluar dari keterbatasan ekonomi menuju masa depan yang lebih baik,” ujar Yohanes.
Saat ini, SMK Arnoldus Betun juga aktif mendorong keterlibatan siswa dalam praktik kerja industri. Tercatat sebanyak 12 siswa tengah menjalani praktik kerja industri di Hotel Nusa 2 Betun, sementara sembilan siswa jurusan Asisten Keperawatan melaksanakan praktikum di Rumah Sakit Katolik Marianum Halilulik, Kabupaten Belu.
Keberadaan SMK Arnoldus Betun memiliki nilai strategis dalam konteks pengembangan sumber daya manusia di wilayah perbatasan.
Dengan dukungan infrastruktur yang terus dibenahi, program keahlian yang relevan, serta kebijakan pembiayaan yang pro-rakyat, sekolah ini berpotensi menjadi pusat pendidikan kejuruan yang mampu menjawab kebutuhan lokal.
Tantangan ke depan tentu terletak pada peningkatan akreditasi, penambahan jumlah peserta didik, serta penguatan kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri.
Namun dengan fondasi yang telah dibangun, SMK Arnoldus Betun menunjukkan optimisme sebagai lembaga pendidikan yang tumbuh bersama masyarakat dan menjawab tuntutan zaman. (ito)