SURYAMALANG.COM, MALANG – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB (Dinsos P3AP2KB) Kota Malang telah memverifikasi data 100 calon pengemudi becak elektrik yang akan dilibatkan dalam program becak wisata.
Kepala Dinsos P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito, mengatakan peran Dinsos dalam program ini sebatas melakukan verifikasi data penerima manfaat.
“Yang kolaborasi dengan kami itu untuk verifikasi data. Sumber datanya dari Disporapar, Dishub, paguyuban becak, dan wilayah kelurahan,” kata Donny pada SURYAMALANG.COM.
Baca juga: Bagi-Bagi Becak Listrik Gratis, Presiden Prabowo Beri 25 Becak Listrik ke Tukang Becak di Sumenep
Dari 100 nama yang diajukan, seluruhnya telah diverifikasi oleh Dinsos.
Hasilnya, sekitar 90 persen calon pengemudi masuk dalam kelompok ekonomi rentan.
“Yang kami validasi itu 100 orang. Hampir 90 persen masuk di desil 1 sampai 5 sesuai hasil verifikasi,” ujarnya.
Donny menjelaskan, kriteria utama penerima program adalah benar-benar berprofesi sebagai pengemudi becak.
Kuota tahap awal program ini ditetapkan sebanyak 100 unit becak elektrik.
Namun, soal teknis penggunaan becak elektrik, termasuk lokasi mangkal, pengisian daya, hingga pengaturan operasional, bukan menjadi kewenangan Dinsos.
“Kalau soal penempatan, itu kewenangannya Dishub dan Disporapar. Kami hanya memverifikasi data penerima,” tegasnya.
Data hasil verifikasi tersebut sudah diserahkan kepada dinas teknis untuk ditindaklanjuti.
Meski demikian, Donny mengaku belum mengetahui pasti kapan becak elektrik itu akan mulai didistribusikan.
Baca juga: Dishub Kota Malang Lakukan Pendekatan Persuasif ke Jukir Terdampak Penataan Parkir Kayutangan
Program becak elektrik ini dirancang sebagai becak wisata, yang rencananya akan beroperasi di kawasan Kayutangan dan sekitarnya.
Terkait dampak program terhadap kemiskinan, Donny menegaskan bahwa tujuan utama bukanlah menurunkan angka kemiskinan secara langsung.
“Program ini bukan khusus pengentasan kemiskinan. Tujuannya untuk menunjang pariwisata dan meningkatkan pendapatan masyarakat,” kata Donny Sandito, Kepala Dinsos P3AP2KB Kota Malang.
Menurutnya, bagi warga miskin dan rentan, peningkatan pendapatan dari becak elektrik diharapkan bisa mencegah mereka jatuh lebih dalam ke garis kemiskinan.
“Yang di desil 5–6 paling tidak tidak jatuh ke garis kemiskinan. Yang miskin, pendapatannya bisa meningkat,” tambahnya.
Ia juga menilai, becak elektrik nantinya perlu didukung dengan pelatihan dan pengaturan dari Dishub, termasuk penentuan titik mangkal dan kawasan tertib lalu lintas.
Donny berharap, selain tertib, para pengemudi becak wisata juga dibekali kemampuan dasar melayani wisatawan, termasuk kemampuan berbahasa asing.
Baca juga: Target 3 Juta Wisatawan Kota Malang Terlampaui, Kayutangan Heritage jadi Magnet Terbesar
Soal status kepemilikan becak elektrik, Donny Sandito menduga becak tersebut akan dihibahkan kepada masyarakat, meski keputusan pastinya bukan berada di ranah Dinsos.
“Menurut saya kemungkinan dihibahkan ke masyarakat. Tapi teknisnya bukan kewenangan kami,” pungkasnya.
Di tempat terpisah, Disporapar berencana mendistribusikan sebanyak 200 unit becak elektrik untuk mendukung wisata.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi mengatakan bantuan becak elektrik tersebut diperuntukkan bagi pengayuh becak konvensional yang akan dialihfungsikan.
Bantuan becak elektrik tersebut merupakan dukungan langsung pemerintah pusat ke Pemkot Malang.
"Kota Malang mendapatkan bantuan 200 unit becak elektrik yang antara lain akan diperuntukkan untuk melayani wisatawan,” ujar Baihaqi pada SURYAMALANG.COM.
Baca juga: Revitalisasi Alun-alun Merdeka Kota Malang Hampir Rampung, Pekan Ini Progresnya Ditarget 90 Persen
Terdapat sejumlah syarat bagi calon penerima bantuan becak elektrik.
Calon penerima harus memiliki KTP Kota Malang.
Penerima merupakan pengayuh becak konvensional.
Baihaqi berharap kehadiran becak tidak menimbulkan kemacetan.
Penataan akan dilakukan untuk menghindari potensi kemacetan.
Keberadaan becak elektrik tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan wisata di Kota Malang.
Selama ini, becak wisata sudah ada dan melayani wisatawan, namun jumlahnya masih terbatas dan konvensional. Pengemudi harus mengayuh becak.
Terkait titik operasional, becak elektrik akan ditempatkan di beberapa lokasi strategis. Salah satunya di kawasan Kayutangan Heritage.
"Mudah-mudahan akhir Januari ini sudah bisa didistribusikan agar segera dimanfaatkan,” kata Baihaqi.