TRIBUNWOW.COM - Isra Miraj merupakan momen yang sudah seharusnya diperingati Umat Muslim.
Sebab, di momen tersebut turun wahyu dari Allah kepada Rasulullah tentang kewajiban sholat lima waktu yang kini menjadi kewajiban sekaligus tiang agama umat Muslim.
Adapun peristiwa ini juga digambarkan oleh firman Allah dalam surat Al-Isra ayat 1.
Sub-ḫânalladzî asrâ bi‘abdihî lailam minal-masjidil-ḫarâmi ilal-masjidil-aqshalladzî bâraknâ ḫaulahû linuriyahû min âyâtinâ, innahû huwas-samî‘ul-bashîr
Artinya: Mahasuci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Nabi Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidilaqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
Namun, ada peristiwa apa di balik momen bersejarah ini?
Dikutip dari Baznas, isra sendiri merupakan perjalanan Rasulullah dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, sementara miraj adalah perjalanan Rasulullah dari Masjidil Aqsha menuju Sidratul Muntaha atau langit ketujuh.
Diceritakan bahwa dalam satu malam Rasulullah dapat melintas langit ketujuh dengan kendaraan berupa Buraq.
Dalam perjalanannya bersama Malaikat Jibril itu Rasulullah sempat singgah di lima tempat dan di setiap tempatnya beliau melakukan sholat dua rakaat.
Adapun lima tempat tersebut adalah Kota Madinah tempat hijrahnya kelak, Kota Madyan tempat persembunyian Nabi Musa dari kejaran tentara Firaun, Thuur Sina tempat Nabi Musa berbicara langsung kepada Allah, Baitul Lahm tempat Nabi Isa dilahirkan, dan tempat terakhir di Masjidil Aqsha.
Selama perjalanan tersebut Rasulullah sempat dihadapkan dalam dua pilihan antara keburukan dan kebaikan, lantas beliau memilih susu sebagai lambang kebaikan yang akan dijalankan bersama umatnya.
Setalah sampai di Masjidil Aqsha, Rasulullah dan Jibril kemudian melesat ke Sidratul Muntaha untuk menemui Allah.
Adapun dalam perjalanan itu mereka singgah di tujuh lapis langit dan bertemu para nabi terdahulu.
1. Langit pertama, Rasulullah SAW bertemu dengan Nabi Adam AS
2. Langit kedua, Rasulullah SAW bertemu dengan Nabi Yahya AS dan Nabi Ishaq AS
3. Langit ketiga, Rasulullah SAW bertemu dengan Nabi Yusuf AS
4. Langit keempat Rasulullah SAW bertemu dengan Nabi Idris AS
5. Langit kelima, Rasulullah SAW bertemu dengan Nabi Harun AS
6. Langit keenam, Rasulullah SAW bertemu dengan Nabi Musa AS
7. Langit ketujuh, Rasulullah SAW bertemu dengan Nabi Ibrahim AS
Saat pertemuan dengan Allah tersebut Rasulullah mendapat perintah untuk melaksanakan sholat 50 waktu dalam sehari semalam.
Rasulullah kemudian melakukan negosiasi kepada Allah atas saran Nabi Musa agar mendapat keringanan.
Alhasil, Allah mengurangi kewajiban tersebut menjadi sholat 5 waktu saja dalam sehari.
Baca juga: Kumpulan Doa-doa Taubat Pendek Diserta Tata Cara Sholat Taubat Lengkap, Muslim Wajib Cek
Peringatan atas peristiwa spiritual ini menjadi penting bagi umat Muslim, sebab di dalamnya terdapat makna penting terkait kewajiban yang dilakukan sehari-hari, yakni sholat.
Sholat dalam hal ini tidak hanya menjadi ritual untuk mendekatkan diri kepada Allah, tetapi hendaknya juga sebagai pengingat dan refleksi terhadap kehidupan yang telah dijalani.
Sholat juga sejatinya menjadi alat komunikasi bagi umat dan Tuhannya yang ditandai dengan perintah sholat sendiri disampaikan langsung dari Allah kepada Nabi Muhammad.
Peristiwa Isra Miraj ini juga seharusnya dapat dimaknai sebagai ujian keimanan, sebab meyakini perjalanan yang dilakukan Rasulullah bukan perkara mudah.
Melainkan butuh pembelajaran dan keyakinan mendalam.
Baca juga: Doa Mengawali Tahun Baru dan Langkah-langkah untuk Muhasabah Diri Sesuai Tuntunan Islam
Isra miraj diperingati setiap tanggal 27 bulan Rajab dalam penanggalan Hijriah.
Tanggal tersebut menjadi acuan bagi umat Muslim di manapun untuk memperingati peristiwa sakral ini.
Dalam pemerintahan Indonesia, peringatan Isra Miraj menjadi hari libur nasional sejak ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 24 Tahun 1953.
(TribunWow.com/Peserta Magang dari Universitas Airlangga/Afifah Alfina)