Aspri Kepala Puskesmas Sendana Palopo Diduga Aniaya Pegawai, Polisi Sidik Kasus
January 15, 2026 06:54 PM

 

PROHABA.CO, PALOPO -  Kasus dugaan penganiayaan terjadi di Puskesmas Sendana, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, dan menghebohkan lingkungan kerja setempat. 

Seorang asisten pribadi (aspri) Kepala Puskesmas berinisial A diduga melakukan tindak kekerasan terhadap pegawai administrasi berinisial RP.

Peristiwa ini terjadi pada Selasa (16/12/2025) di Jalan Andi Bintang, Kecamatan Sendana.

Baca juga: Mayat Diduga Perempuan Ditemukan di Pantai Ujong Seukee Sabang

Kronologi Kejadian

Insiden bermula sehari sebelumnya, Senin (15/12/2025), ketika RP hendak berbicara dengan Kepala Puskesmas.

Saat itu, RP meminta A untuk keluar dari ruangan agar pembicaraan bisa dilakukan secara pribadi.

Permintaan tersebut sempat ditolak, hingga akhirnya Kepala Puskesmas sendiri yang meminta A keluar,” ujar RP dikutip Tribun-Timur.com, Selasa (13/1/2026).

Setelah A keluar, korban pun membahas persoalan terkait bendahara Puskesmas dengan Kepala Puskesmas.

Malam harinya, A mengirim pesan WhatsApp bernada marah kepada RP, menudingnya bersikap kurang ajar karena tidak melibatkan dirinya dalam pembicaraan dengan Kepala Puskesmas.

RP mengaku bahwa justru Kepala Puskesmas meminta maaf atas kejadian tersebut.

Keesokan harinya, RP kembali ke ruangan Kepala Puskesmas untuk membahas persoalan tersebut.

Di sana, ia mempertanyakan sikap A yang menghubunginya dengan nada kasar.

A merasa harga dirinya direndahkan karena diminta keluar dari ruangan, lalu berdiri sambil menunjuk-nunjuk korban.

Tak lama kemudian, A mendekati RP dan memukulnya.

Baca juga: Suami Muda di Depok Ditangkap Polisi Usai Aniaya Istri karena Cekcok Ponsel

Dampak dan Laporan Polisi

Akibat penganiayaan itu, RP mengalami luka lebam di wajah dan kulit kelopak matanya terlepas.

Kondisi tersebut membuat RP harus menjalani visum dan melaporkan kejadian ke Mapolres Palopo.

Dampak dari kejadian tersebut, RP yang merupakan pegawai kontrak di Puskesmas Sendana, Ia mengaku trauma berat dan tidak berani kembali bekerja. 

“Saya sempat drop setelah BAP, berat sekali saya rasa. Saya juga tidak berani masuk kerja setelah kejadian itu, saya masih trauma,” ungkap RP dengan suara gemetar.

Hingga hampir sebulan setelah kejadian, terduga pelaku A belum juga diamankan.

Kasat Reskrim Polres Palopo, Iptu Sahrir, menyatakan kasus ini sudah masuk tahap penyidikan.

“Sudah sidik, terduga pelaku belum diamankan,” ujarnya.

Ia menegaskan tidak ada kendala dalam penanganan perkara, dan hingga kini sudah ada lima saksi yang diperiksa,” pungkasnya. 

Baca juga: Endapan Lumpur Tebal Bikin Empat Puskesmas di Bireuen Belum Beroperasi

Baca juga: Pelakor di Kampar Aniaya Istri Sah, Polisi Tangkap Tersangka

Baca juga: Tragedi di Jember, Perempuan 19 Tahun Diduga Aniaya Bayi yang Baru Dilahirkan

 

 

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.