Kemendiktisaintek Siapkan 5.750 Kuota Beasiswa LPDP 2026
kumparanNEWS January 15, 2026 06:57 PM
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menuturkan pemerintah telah menyiapkan kuota sebanyak 5.750 beasiswa LPDP untuk tahun anggaran 2026.
Brian menjelaskan bahwa setiap tahunnya Indonesia mencetak sekitar 1,7 juta lulusan dari berbagai bidang strategis, mulai dari sains dan teknologi hingga ilmu sosial. Menurutnya, potensi besar ini harus dikelola dengan serius agar menjadi modal utama daya saing bangsa.
"Kami ingin memastikan negara hadir dalam setiap langkah anak bangsa yang ingin maju. Program LPDP secara konsisten terus melahirkan talenta unggul. Untuk tahun ini, kami menargetkan 5.750 penerima beasiswa baru," ujar Brian dalam pertemuan dialog antara Presiden RI Prabowo Subianto dan 1.000 akademisi di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/1).
Brian menjelaskan, rincian kuota tersebut mencakup 1.000 kursi untuk beasiswa Garuda (S1), 4.000 kursi untuk jenjang S2 dan S3, serta 750 kursi khusus bagi doktor spesialis. Ia menekankan fokus pemberian beasiswa S2 dan S3 kali ini akan lebih spesifik.
Ilustrasi beasiswa. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi beasiswa. Foto: Shutter Stock
"Program S2 dan S3 akan diselaraskan dengan target pertumbuhan industri yang dicanangkan Bapak Presiden dalam Asta Cita. Kita butuh tenaga ahli yang sesuai dengan arah pembangunan nasional," tambahnya.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyebut Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan agar alokasi beasiswa LPDP diperbanyak untuk bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM) hingga di atas 80 persen.
Arahan tersebut disampaikan Prasetyo usai pertemuan dengan guru besar, rektor, dan dekan di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (15/1).
"Termasuk tadi juga beliau memberikan arahan untuk alokasi peruntukan dari beasiswa LPDP untuk diperbanyak ke STEM ya. Tadi beliau sempat menyampaikan berharap mencapai di atas 80%. Karena kita memang konsentrasi untuk mengejar ketertinggalan kita terlebih dahulu di dalam hal penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi," kata Pras.
Pras menjelaskan, pertemuan tersebut merupakan bagian dari taklimat presiden kepada para pemangku kepentingan strategis di sektor pendidikan tinggi.
"Sebagaimana yang tadi pagi kami sampaikan bahwa makna taklimat ini adalah bentuk cara berkomunikasi Bapak Presiden kepada seluruh apa namanya pemangku kepentingan, dan hari ini adalah waktu yang beliau agendakan khusus untuk berdiskusi, memberikan update, memberikan perkembangan-perkembangan dan kondisi bangsa kita dan tantangan-tantangannya dan program-program pemerintah ke depan kepada jajaran rektor, kemudian guru besar," ujarnya.
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.