Longsoran Tanah Timbulkan Lubang Besar, Warga Ketol Aceh Tengah Waswas
January 15, 2026 05:51 PM

Laporan Wartawan Tribun Gayo Alga Mahate Ara | Aceh Tengah

TribunGayo.com, TAKENGON - Sebuah lubang besar akibat longsoran tanah muncul di Kampung Bah, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh. 

Longsoran tersebut kini kian mengkhawatirkan karena posisinya hampir menyentuh badan jalan lintas Simpang Balik–Blang Mancung.

Pantauan di lokasi menunjukkan, lubang menganga dengan dinding tanah curam itu diperkirakan memiliki kedalaman mencapai sekitar 100 meter. 

Jarak longsoran dengan badan jalan hanya sekitar lima meter, sehingga dikhawatirkan dapat mengancam akses transportasi warga setempat jika pergerakan tanah terus berlanjut.

Hal ini ditanggapi oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah, Andalika.

Ia menjelaskan longsoran tanah di Kampung Bah bukan merupakan fenomena sinkhole klasik yang terjadi secara tiba-tiba, melainkan akibat pergerakan tanah yang berlangsung perlahan dan terus-menerus.

“Pergerakan tanah di lokasi ini terus meningkat secara bertahap setiap tahun.

Berdasarkan data dari ESDM Aceh, sejak 2011 sudah dilakukan pengukuran pertambahan luasan longsoran tanah,” kata Andalika saat dikonfirmasi, Kamis (15/1/2026).

Ia menambahkan, berdasarkan data terbaru Dinas ESDM Aceh pada 2025 luasan longsoran tanah di kawasan tersebut telah mencapai lebih dari 27.000 meter persegi dan semakin mendekati jalan lintas Blang Mancung–Simpang Balik.

Menurut Andalika, tim geologi dan survei geofisika ESDM Aceh juga telah melakukan kajian bersama BPBD Aceh Tengah sejak tahun 2022. 

Hasil kajian menunjukkan longsoran berada pada lapisan tanah permukaan dengan zona jenuh air.

Serta didominasi material vulkanik yang mudah menghantarkan air, sehingga pergerakan tanah bersifat aktif dan berkelanjutan.

Longsoran Terjadi Hampir Setiap Waktu

Sementara itu, warga setempat mengaku longsoran terus terjadi hampir setiap waktu. 

Warga Pondok Balik, Saridin yang lahannya terdampak langsung, mengatakan tanah di lokasi tersebut ambruk secara berulang, baik siang maupun malam hari.

“Kadang siang, kadang malam. Tapi belakangan ini siang malam jatuh terus,” ujar Saridin.

Ia menyebut, longsoran terbesar terakhir terjadi sekitar tiga hingga empat hari lalu dan membuat sebagian lahan pertanian miliknya tidak lagi bisa dikerjakan.

“Lagi tanam jagung, jatuh lagi. Pindah, jatuh lagi. Sudah tidak bisa dikerjakan lagi sebagian,” katanya.

Saridin juga mengungkapkan, longsoran tersebut telah merusak area sekitar, termasuk lahan dan fasilitas warga.

Kondisi itu telah lama diketahui masyarakat dan pihak terkait, namun hingga kini pergerakan tanah masih terus terjadi.

Tingkatkan Kewaspadaan

BPBD Aceh Tengah mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan.

Khususnya bagi warga yang beraktivitas di sekitar lokasi longsoran dan pengguna jalan lintas Simpang Balik–Blang Mancung, sambil menunggu langkah penanganan lanjutan dari instansi terkait. (*)

Baca juga: Bupati Haili Yoga Serahkan Lampu Tenaga Surya untuk Desa Masih Padam Listrik di Aceh Tengah

Baca juga: Relawan Lintas Agama Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Warga Terisolasi Bencana di Aceh Tengah

Baca juga: Kapolres Aceh Tengah Naik Trail ke Linge, Warga Jamat Terima Bantuan dan Pengobatan Gratis

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.