TRIBUNJATENG.COM - Memasuki tahun 2026, dunia pernikahan mengalami pergeseran menarik. Konsep pesta tak lagi sekadar soal kemewahan visual, tetapi juga tentang pengalaman emosional dan ekspresi personal pasangan.
Tren terbaru menunjukkan arah yang semakin kuat ke gaya internasional modern, dipadukan dengan sentuhan artistik dan budaya yang lebih fleksibel.
Ketua Ikatan Pengusaha Jasa dan Pesta (Ikapesta), Denny Adhi Chandra, menilai bahwa perubahan selera calon pengantin saat ini semakin jelas.
“Tren pernikahan ke depan akan lebih banyak mengarah ke konsep internasional modern. Pasangan ingin tampil elegan, simpel, tapi tetap punya karakter kuat,” ujarnya.
Baca juga: Karimunjawa Bakal Jadi Role Model Sekolah Unggul dan Terintegrasi
Baca juga: Anggaran Pembangunan Jalan Blora 2026 Anjlok Drastis, dari Rp 300 Miliar Jadi Rp 21 Miliar
Gaun Pengantin: Modern, Berani, dan Ekspresif
Di ranah busana, gaun pengantin 2026 didominasi gaya minimalisme chic. Siluet A-line, slip dress, hingga potongan asimetris dengan draping artistik menjadi pilihan utama bagi pengantin yang menginginkan tampilan bersih namun tetap sophisticated.
Detail korset dan basque waist kembali naik daun, membentuk siluet jam pasir yang klasik tetapi diperbarui dengan pendekatan modern. Sementara itu, untuk pengantin yang ingin tampil lebih dramatis, hadir elemen arsitektural seperti pleated skirt, overskirt tulle, hingga bubble hem yang memberi kesan playful.
Tak kalah menarik, sentuhan vintage ala Renaissance dan Edwardian—leher tinggi, lengan bell, serta renda halus—kembali hadir sebagai simbol keanggunan abadi. Di sisi lain, tren juga membuka ruang bagi pilihan nonkonvensional seperti jumpsuit dan busana two-piece, mencerminkan keberanian dan kepercayaan diri pengantin masa kini.
Untuk konteks Indonesia, tren bergerak ke arah hybrid adat-modern. Kebaya basahan dipadukan dengan gaun resepsi modern, atau sebaliknya. Kebaya modifikasi dengan potongan ramping dan warna-warna tren seperti sage green, emerald, hingga peach semakin diminati sebagai alternatif dari putih klasik.
Dekorasi: Dari Estetika ke Pengalaman Emosional
Perubahan besar juga terasa pada konsep dekorasi. Tahun 2026 menandai era di mana dekorasi tidak lagi hanya menjadi latar foto, tetapi bagian dari narasi perayaan cinta.
Simbol-simbol seperti cahaya lilin, bunga mawar, dan permainan warna berani—mulai dari dusty rose hingga deep ruby—digunakan untuk membangun suasana hangat dan intim. Konsep ini mengedepankan pengalaman imersif, di mana tamu tidak hanya datang melihat, tetapi ikut merasakan cerita yang dibangun pasangan.
Ketua Panitia Ikapesta Wedding Expo 2026, Theo Sutedjo Putra, menyebut bahwa pendekatan emosional kini menjadi kunci.
“Kami melihat tren dekorasi bergerak ke arah experience. Setiap sudut acara dirancang agar tamu bisa merasakan momen, bukan sekadar memotretnya,” katanya.
Instalasi tematik, lorong cahaya, photobooth interaktif, hingga ruang pesan cinta menjadi contoh bagaimana dekorasi bertransformasi menjadi media ekspresi perasaan.
Menuju Konsep Pernikahan yang Lebih Personal
Perpaduan antara gaun modern internasional, sentuhan adat yang fleksibel, serta dekorasi berbasis emosi menunjukkan bahwa tren pernikahan 2026 bergerak menuju satu arah: personal, bermakna, dan berpengalaman. Pasangan tak lagi terikat pakem lama, melainkan bebas merancang perayaan sesuai cerita cinta mereka sendiri.
Dalam konteks inilah, Ikapesta Expo 2026 hadir sebagai etalase tren sekaligus ruang inspirasi bagi calon pengantin. Digelar pada 23–25 Januari 2026 di MCC Ballroom, pameran ini mengusung tema “Bloom Beyond The Lights” dan menampilkan berbagai vendor pernikahan—mulai dari dekorasi, busana pengantin, dokumentasi, hingga kuliner.
“Tahun ini kami ingin Ikapesta tidak hanya menjadi pameran, tetapi juga pengalaman yang utuh dan berkesan. Kami ingin calon pengantin bisa melihat langsung bagaimana tren internasional modern berpadu dengan nilai tradisi dan emosi.” terang Denny.
Dengan menghadirkan deretan pelaku industri kreatif pernikahan, Ikapesta Expo 2026 diharapkan menjadi barometer baru bagi arah konsep pesta pernikahan di Indonesia—tempat bertemunya gaya global, sentuhan lokal, dan cerita cinta yang dirayakan dengan cara paling personal. (*)