KLH Perkuat Penanganan Sampah di Tangsel, Pasar dan Pusat Belanja Disorot
January 15, 2026 08:00 PM

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Ade Feri Anggriawan

TRIBUNBANTEN.COM, TANGSEL - Tim khusus Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mulai bertindak untuk memperkuat penanganan sampah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang kini berstatus darurat.

Salah satu langkah awal yang dilakukan adalah pengawasan langsung ke sejumlah sentra belanja di Kecamatan Ciputat Timur guna memastikan pengelolaan sampah berjalan sesuai ketentuan.

Empat lokasi yang ditinjau yakni Aneka Busana Cirendeu, Pasar Sandratek Rempoa, Pasar Rengas, dan Pasar Pondok Ranji.

Dalam pengawasan tersebut, tim Gakkum KLH turut didampingi oleh pegawai Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangsel serta pejabat kewilayahan setempat.

Baca juga: Disnaker Tangsel Imbau Pekerja Tak Ragu Lapor Jika Gaji Tak Sesuai UMK

Camat Ciputat Timur, Rastra Yudhatama, menjelaskan tim yang turun melakukan pendataan serta evaluasi pengelolaan sampah di setiap lokasi yang ditinjau.

Ia mengatakan hasil pendataan tersebut nantinya akan digunakan sebagai bahan tindak lanjut penanganan darurat sampah di wilayah tersebut.

“Saat ini masih tahap pendataan. Setelah itu, tim KLH akan melakukan peninjauan di Kantor Kecamatan Ciputat Timur,” ujarnya, Kamis (15/1/2025).

Lebih lanjut, Yudhatama mengungkapkan bahwa tim khusus KLH juga telah menjadwalkan untuk mendatangi setiap kelurahan di wilayah Ciputat Timur.

Tujuannya untuk memberikan materi tentang cara memilah hingga mengolah sampah timbulan, khususnya sampah rumah tangga yang menjadi penyumbang limbah terbesar.

Terpisah, Direktur Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular KLH, Agus Rusli, mengatakan tim khusus KLH akan mendatangi setiap RW di Kota Tangsel untuk melakukan pendampingan terkait pengelolaan sampah.

“Setiap permukiman warga harus memiliki sarana dan prasarana TPST-3R atau kelompok bank sampah untuk melakukan pemilahan sampah rumah tangga,” kata Agus.

“Jika belum ada, maka akan kami dorong agar dibangun oleh Pemerintah Kota Tangerang Selatan,” sambungnya.

Menurut Agus, Kota Tangsel menjadi salah satu daerah yang menjadi fokus pendampingan KLH dalam penanganan sampah.

“Saat ini KLH melakukan pendampingan di Bali dan Tangerang Selatan,” ujarnya.

Ia berharap, melalui pendampingan tersebut, sampah dapat dikelola sejak dari sumbernya sehingga mampu mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Karena idealnya hanya 10 persen residu yang dibuang ke TPA,” tutup Agus.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.