Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) mencatat jumlah pengunjung wisata pendakian dan nonpendakian sepanjang tahun 2025.
Sejak dibuka pada April 2025, jumlah kunjungan untuk wisata pendakian mengalami fluktuasi atau kondisi yang tidak stabil.
Utamanya pada bulan Desember 2025 mengalami penurunan yang cukup signifikan dibanding bulan lain.
"Angka kunjungan tertinggi pada bulan Mei sebanyak 6.798 wisatawan dan Juni 6.801 wisatawan. Pada bulan Desember hanya 1.263 wisatawan ini untuk yang nusantara saja," kata Kepala BTNGR, Budhy Kurniawan, Kamis (15/1/2026).
Sementara untuk wisatawan mancanegara yang mengunjungi wisata pendakian, puncaknya terjadi pada Juni sebesar 6.243 wisatawan, pada bulan Desember hanya 2.786 wisatawan.
Baca juga: 76.165 Orang Mendaki Gunung Rinjani hingga November 2025
"Total untuk jumlah kunjungan wisata pendakian dari wisatawan nusantara dan mancanegara pada tahun 2025 mencapai 80.214 orang. Rinciannya 43.236 untuk mancanegara dan 36.978 untuk nusantara," kata Budhy.
Menurunnya angka kunjungan di akhir tahun 2025 ini, dibarengi dengan sudah masuknya musim hujan.
Budhy mengungkapkan untuk data kunjungan untuk wisata nonpendakian cenderung di dominasi wisatawan nusantara, untuk mancanegara hanya berada pada angka 797 orang sepanjang tahun 2025.
"Kalau jumlah kunjungan wisatawan nusantara di wisata non pendakian sebanyak 51.311 orang, puncaknya pada April 2025," kata Budhy.
Taman Nasional Gunung Rinjani menyumbang penerimaan negara bukan pajak (PNBP) ke kas negara sebesar Rp25,9 miliar dari kunjungan.
BTNGR terus melakukan pembenahan baik untuk tata kelola kebersihan maupun jalur dan fasilitas umum lainnya.
Untuk kebersihan, diberlakukan sistem zero waste jumlah produksi sampah dari Gunung Rinjani mampu ditekan.
Pada tahun 2025 jumlah sampah yang dihasilkan 30 ton, dibandingkan tahun 2024 sebesar 40 ton.
(*)