TRIBUNPALU.COM, TOUNA - Ketua DPRD Tojo Una-una Gusnar A Suleman menyampaikan duka mendalam dan prihatin atas video pengendara motor membonceng mayat di Kecamatan Ulubongka.
Video itu beredar di media sosial Facebook dan Viral.
"Turut berduka untuk keluarga pasien yang ditinggal dan prihatin atas apa yang terjadi di desa itu. Kami akan berkoordinasi dengan Kadis Kesehatan dan Kepala Puskesmas, Camat dan kepala desa dalam waktu dekat terkait persoalan tersebut," ujar Gusnar A Suleman via Whatsapp, Kamis (15/1/2026).
Legislator Golkar itu berharap, agar persoalan layanan kesehatan di pelosok daerah dapat menjadi perhatian khusus pemerintah.
Baca juga: Cerita di Balik Mayat Dibonceng Motor di Ulubongka Tojo Una-una Sulteng
Sebelumnya, video mayat dibawa pakai sepeda motor Viral di jagad maya warga Kabupaten Tojo Una-una, Sulawesi Tengah.
Mayat terbungkus kain kafan terlentang di bagian belakang motor dengan papan sebagai penopangnya.
Video itupun dibagikan beberapa akun Facebook, termasuk Mathovana Metha.
Motor dikemudikan seorang pria dengan pengawalan pengendara motor lainnya.
Peristiwa itu terjadi di Kecamatan Ulubongka, berjarak sekira 22 Km dari kecamatan ibu kota Kabupaten Tojo Una-una.
Identitas mayat itu diketahui bernama Pirna (19), warga Dusun Kalamba, Desa Uematopa, Kecamatan Ulubongka.
Baca juga: Damkar Morowali Ungkap Penyebab Armada Terbalik Saat Menuju Lokasi Kebakaran di Matano
Pirna meninggal dunia usai mengalami pendarahan pascamelahirkan.
Saat proses persalinan, ibu dan bayi dalam kondisi selamat.
Namun, tiga hari setelah melahirkan, Pirna mengalami pendarahan.
Pirna tak segera dibawa ke fasilitas kesehatan dan hanya mendapatkan perawatan dari dukun setempat.
Itu karena Uematopa jauh dan terpencil di pegunungan Kecamatan Ulubongka, berjarak 135 kilometer dari ibu kota kecamatan.
Pina meninggal saat dalam perjalanan ke RSUD Ampana.
Jarak Puskesmas Dataran Bulan ke RSUD Ampana berkisar 80 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 2,5 jam menggunakan kendaraan darat.
Rombongan kemudian membawa mayat kembali ke kampung halaman.
Baca juga: Gubernur Sulteng Lantik 389 Pejabat Eselon III, Sampaikan Loyalitas Dalam Jabatan
Setibanya di Desa Sukamaju, pihak keluarga berupaya mencari kendaraan untuk mengantar jenazah ke Desa Uematopa.
Tidak ada mobil yang bersedia mengantar mayat karena akses jalan yang sulit dan hanya dapat dilalui kendaraan tertentu.
Karena hari mulai malam, keluarga dan masyarakat setempat akhirnya membawa jenazah menggunakan sepeda motor.
Suami Pirna membawa mayat sang istri dengan sepeda motornya.(*)