Tunawisma di Bandung Bakal Ditertibkan saat Long Weekend, Langsung Direhabilitasi 7 Hari
January 15, 2026 08:11 PM

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandung akan menertibkan tunawisma saat long weekend untuk menjaga ketertiban, kenyamanan, dan citra kota karena dalam momen ini mereka kerap bermunculan.

Penertiban tunawisma tersebut dijadwalkan akan berlangsung mulai Jumat dini hari hingga Minggu, dengan melibatkan Satpol PP, Damkar, DLH, DPKP, DP3A, serta unsur kewilayahan.

Kepala Dinas Sosial Kota Bandung, Yorisa Sativa mengatakan, secara umum kelompok tunawisma tersebut terbagi ke dalam tiga kategori utama, yakni pengemis gelandangan, dan pemulung, sehingga mereka harus ditangani.

Baca juga: Farhan Bakal Tertibkan Tunawisma, Geram Gedung-gedung Kosong di Pusat Kota Bandung Jadi WC Dadakan

"Penanganan tidak berhenti pada penertiban saja. Setelah dijangkau, mereka akan dibawa ke rumah singgah untuk menjalani rehabilitasi sosial dan bimbingan mental-spiritual (bimtalsik) selama tujuh hari," ujar Yorisa, Kamis (15/1/2026).

Dia mengatakan, tempat mangkal tunawisma antara lain Jalan Ir. H. Juanda, Jalan Merdeka, Taman Vanda, Jalan Riau–Lombok, Jalan Naripan–Tamblong, Taman Saparua, Taman Lalu Lintas, Simpang Lima–Asia Afrika, hingga kawasan Braga dan Cihampelas.

"Sebaran mereka ada di sekitar 16 hingga hampir 20 titik rawan, terutama di kawasan strategis dan pusat aktivitas kota," katanya.

Menurutnya, keberadaan tunawisma tersebut, kerap menimbulkan berbagai persoalan sosial. Mulai dari masalah kesehatan seperti risiko penyakit menular, gangguan ketertiban dan keamanan, hingga menurunnya keindahan kota.

"Kota Bandung harus tetap bersih, tertib, dan berkesan. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama," ucap Yorisa.

Berdasarkan data Dinsos, pada periode 2025, jumlah gelandangan tercatat sebanyak 156 jiwa, meningkat dari 113 jiwa pada 2024. Dari jumlah tersebut, sebanyak 129 jiwa telah dijangkau melalui Unit Social Response (USR), sementara 27 jiwa belum terjangkau.

Sedangkan jumlah pengemis mencapai 223 jiwa, naik dari 188 jiwa pada tahun sebelumnya. Dari jumlah itu 184 jiwa telah mendapatkan penanganan. Adapun pemulung tercatat 57 jiwa, meningkat dari 41 jiwa pada 2024.

Baca juga: Atasi Tunawisma dan Manusia Gerobak, Dinsos Kota Bandung Beri Bantuan Modal Usaha Hingga Kontrakan

Yorisa mengatakan, daerah asal para tunawisma cukup beragam. Untuk gelandangan, mayoritas berasal dari luar Kota Bandung, yakni 125 jiwa, sementara 31 jiwa merupakan warga Kota Bandung. Daerah asal terbanyak berasal dari Kabupaten Bandung, Garut, dan Bandung Barat.

"Hal serupa juga terjadi pada pengemis dan pemulung, yang sebagian besar berasal dari luar kota, bahkan tercatat 10 orang tunawisma berasal dari luar Pulau Jawa pada 2025," katanya.

Hanya saja, kata Yorisa, sebagian tunawisma kerap kembali ke jalan meski telah dibina. Hal ini disebabkan faktor ekonomi. Mereka menganggap aktivitas di jalan memberikan penghasilan instan.

"Kami akan menggencarkan sosialisasi dan imbauan, termasuk melalui Diskominfo, ATCS, serta Satpol PP, agar masyarakat tidak memberi di jalan. Memberi di jalan justru tidak mendidik dan memperpanjang masalah," ucap Yorisa.

Bikin Farhan Geram

Farhan mengatakan, maraknya aktivitas tunawisma itu terungkap saat dirinya menerima keluhan langsung dari warga ketika melakukan patroli keamanan pada Sabtu pekan lalu.

“Tiba-tiba ada yang komplain ke saya, katanya baunya menyengat. Setelah saya patroli, ternyata di banyak pojok ditemukan kotoran manusia," katanya.

Kondisi tersebut, kata Farhan, ditemukan di sejumlah titik strategis, seperti Braga dan Taman Vanda. Bahkan, beberapa gedung kosong di sepanjang Jalan Asia Afrika turut disalahgunakan sebagai tempat buang hajat oleh oknum tertentu.

Baca juga: Farhan Bakal Tertibkan Tunawisma, Geram Gedung-gedung Kosong di Pusat Kota Bandung Jadi WC Dadakan

Farhan mengatakan, dengan kondisi itu pihaknya juga akan melakukan pembersihan menyeluruh di area-area yang selama ini kerap dijadikan lokasi buang hajat, termasuk gedung-gedung kosong dan sudut jalan di pusat kota.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.