Kota Bekasi Darurat Sampah, DLH Siapkan Sejumlah Solusi
January 15, 2026 08:38 PM

 

Laporan jurnalis TribunBekasi.com, Rendy Rutama Putra

TRIBUNBEKASI.COM, RAWALUMBU- Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi menetapkan kondisi darurat sampah seiring keterbatasan daya tampung Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu yang kini mengalami overload. 

Kondisi tersebut diperparah dengan longsoran sampah akibat hujan deras yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Kepala Bidang Penanganan Sampah dan Kemitraan Dinas Lingkungan Hidup (Kabid PSKM DLH) Kota Bekasi, Andy Frengky, mengatakan TPA Sumur Batu saat ini sudah melebihi kapasitas dan mengalami gangguan akses akibat longsoran sampah.

“Iya, jadi memang Kota Bekasi masuk dalam kota darurat sampah. Di mana TPA Sumur Batu kita itu dalam kondisi overload,” kata Frengky saat dikonfirmasi, Rabu (15/1/2026).

Frengky menjelaskan, hujan yang turun secara terus-menerus dalam sebulan terakhir memicu terjadinya longsoran sampah hingga menutup akses jalan utama menuju area pembuangan di TPA Sumur Batu.

“Pada saat bulan lalu kondisi cuaca hujan terus-menerus sehingga menimbulkan longsoran terhadap akses jalan utama yang ada di TPA Sumur Batu. Akibatnya pelayanan untuk pembuangan sampah jadi terhambat dan menimbulkan antrean,” jelasnya.

Frengky menuturkan, DLH Kota Bekasi telah mengambil sejumlah langkah penanganan dengan mengerahkan alat berat untuk membersihkan longsoran yang menutup akses tersebut.

Namun, proses penanganan tidak bisa dilakukan secara cepat karena terkendala kondisi cuaca.

“Kami coba menggunakan alat berat untuk mengatasi longsoran yang menutup akses jalan utama di TPA Sumur Batu. Tetapi memang butuh waktu karena kegiatan pengangkutan longsoran itu juga terkendala oleh cuaca hujan,” tuturnya.

Meski demikian, Frengky menyebutkan kondisi longsoran mulai berangsur membaik. 

Panjang longsoran yang sebelumnya mencapai 30 hingga 35 meter kini sudah berkurang.

“Longsoran yang awalnya itu kurang lebih 30 sampai 35 meter, sekarang sudah berkurang sampai dengan 10 sampai dengan 15 meter,” ujarnya.

Frekuensi Pengangkutan Dikurangi

Sementara itu, Frengky menegaskan pelayanan pengangkutan sampah di wilayah Kota Bekasi tetap berjalan, meski tidak dalam kondisi normal.

Akibat keterbatasan kapasitas TPA dan longsoran sampah, frekuensi pengangkutan terpaksa dikurangi.

“Pengangkutan sampah di masing-masing wilayah yang ada di Kota Bekasi terus kami lakukan. Tapi memang karena TPA kami sudah overload ditambah lagi ada longsor sampah, sehingga pelayanan pengangkutan sampah itu dalam kondisi tidak normal,” tegasnya.

Frengky mengungkapkan sebagai langkah solusi jangka pendek dan panjang, DLH Kota Bekasi mengimbau masyarakat untuk turut berperan aktif dalam mengendalikan produksi sampah dari sumbernya, khususnya dari rumah tangga.

Lalu sqat ini Kota Bekasi telah memiliki lebih dari 1.020 bank sampah yang diharapkan dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat dalam melakukan pemilahan dan pengurangan sampah.

“Kami bisa lakukan melalui pola komposting, kami juga bisa melakukan pengurangan ketika kaki bisa memilah sampah dan memberikannya ke bank sampah yang ada di masing-masing wilayah,” pungkasnya. (M37)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.