TRIBUNJAKARTA.COM - Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto tuai hujatan setelah dianggap mengabaikan kasus child grooming yang pernah dilaporkan oleh Aurelie Moeremans dan orangtuanya.
Sebagai informasi, kisah hidup Aurelie Moeremans diperbincangkan setelah ia menuliskannya dalam buku berjudul Broken Strings.
Tak menjualnya secara fisik, Aurelie Moeremans memiliki membagikan bukunya secara digital dan gratis bisa diunduh oleh siapapun.
Aurelie Moeremans menceritakan pengalaman buruknya menjadi korban child grooming di usia 15 tahun.
Aurelie Moeremans harus melalui hubungan toksik yang penuh penderitaan.
Berbagai pengalaman pahit ia alami, mulai dari kekerasan, pelecehan seksual, hingga tipu daya yang meninggalkan luka mendalam dalam hidupnya.
Alih-alih mendapatkan rasa aman dari sosok yang seharusnya melindungi, istri Tyler Bigenho ini justru menghadapi kenyataan sebaliknya.
Situasi itulah yang mendorong Aurelie Moeremans untuk mencari jalan demi memperoleh keadilan atas apa yang menimpanya.
Upaya tersebut telah ia lakukan sejak lama.
Pada tahun 2010 silam, Aurelie Moeremans bersama sang ibu, Sri Sumarti, mendatangi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).
Saat itu, artis berusia 32 tahun ini melaporkan dugaan child grooming yang dilakukan oleh Bobby, yang diduga merupakan Roby Tremonti.
Laporan tersebut didasari oleh perbedaan usia yang cukup jauh, yakni 13 tahun.
Kala itu, Aurelie Moeremans masih berstatus di bawah umur, sehingga perlakuan yang ia terima dianggap melanggar dan patut diproses secara hukum.
Namun, harapan untuk mendapatkan kejelasan tidak berjalan mulus.
Proses pelaporan ke KPAI dinilai berbelit dan tidak memberikan kepastian.
Merasa belum mendapatkan titik terang, Aurelie Moeremans dan sang ibu kemudian melanjutkan pengaduan ke Komnas Perlindungan Anak yang berada di bawah naungan Kak Seto.
Sayangnya, langkah tersebut kembali menemui jalan buntu.
Aurelie Moeremans mengaku tidak memperoleh kejelasan atas hasil mediasi yang dilakukan oleh pihak terkait.
Ketiadaan perlindungan membuatnya harus menghadapi persoalan tersebut seorang diri.
Kondisi ini pun memicu reaksi keras dari publik.
Buntut dari 'dicuekinya' laporan Aurelie Moeremans ke Komnas Anak membuat netizen geram dan mempertanyakan sistem perlindungan bagi korban.
Banyaknya hujatan menghampiri, Kak Seto pun klarifikasi melalui Instagram story.
Kak Seto menegaskan bahwa polemik tersebut dijadikan refleksi untuk memperkuat sistem perlindungan anak ke depan.
Melalui unggahan Insta Story pada Rabu (14/1/2026), Kak Seto menyampaikan bahwa pihaknya mengikuti secara serius diskusi publik yang berkembang, termasuk pernyataan-pernyataan lama yang kembali diangkat seiring ramainya perbincangan tentang Broken Strings.
“Praktik pendampingan anak dan cara pandang terhadap relasi kuasa, kerentanan remaja, serta dampak psikologis jangka panjang telah mengalami perkembangan yang sangat signifikan dalam lebih dari satu dekade terakhir,” tulis Kak Seto, dikutip Kamis (15/1/2026).
Kak menjelaskan, pada masanya, setiap pendampingan dan pernyataan yang disampaikan dilakukan berdasarkan pengetahuan, kewenangan, serta kerangka pemahaman yang berlaku saat itu.
Namun, Kak Seto mengakui bahwa standar perlindungan anak saat ini menuntut kepekaan dan kehati-hatian yang jauh lebih tinggi.
“Standar perlindungan anak hari ini menuntut perspektif yang lebih kuat terhadap potensi manipulasi, tekanan emosional, dan ketimpangan kuasa dalam relasi yang melibatkan anak dan remaja,” lanjutnya.
Menurut Kak Seto, refleksi atas praktik masa lalu penting dijadikan pembelajaran berkelanjutan agar perlindungan anak dapat diperkuat sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan dinamika sosial.
“Oleh karena itu, kami menjadikan refleksi atas praktik masa lalu sebagai bagian dari proses pembelajaran berkelanjutan untuk memperkuat perlindungan anak ke depan,” tulisnya.
Baca juga: Hesti Diteror Usai Dukung Aurelie, Rieke Ungkit Nama Sahabat: Ada yang Bela Langsung Diintimidasi
Baca juga: Kisah Aurelie Moeremans Masuk DPR, Rieke Sampai Emosional: Tiap Hari Terindikasi Pelaku Bela Diri
Baca juga: Menikah Sah, Roby Tremonti Pamer Sobekan Kalender 10 Oktober 2011 ke Aurelie: Tak Ada Mens Rea