Israel telah menaikkan tingkat siaga untuk unit Angkatan Udara dan Angkatan Darat.
Peningkatan ini dilakukan setelah Amerika Serikat (As) dimungkinkan akan melancarkan serangan terhadap Iran.
Menurut sumber militer setempat, Israel telah meningkatkan kewaspadaan di Angkatan Udara, Dinas Intelijen Militer dan Komando Utara.
Namun, belum ada keputusan yang dibuat untuk mengubah tingkat kesiapan di dalam negeri.
Angkatan darat terus memantau perkembangan di Iran secara cermat.
Sementara, militer Israel berkoordinasi dengan Komando Pusat AS terkait potensi serangan terhadap Iran.
Laporan-laporan ini muncul seiring berlanjutnya protes anti-pemerintah di Iran sejak akhir bulan lalu.
Para pejabat Iran menuduh AS dan Israel mendukung apa yang mereka sebut sebagai "kerusuhan" dan "terorisme."
Akibat demonstrasi besar-besaran ini, lebih dari 3.000 orang meninggal.
Presiden AS Donald Trump memberikan ultimatum kepada Teheran jika jumlah korban tewas terus bertambah.