TRIBUNJAKARTA.COM - Persija Jakarta resmi mendatangkan Fajar Fathurrahman dari Borneo FC. Namun kehadiran pemain 23 tahun itu justru membuat posisi bek kiri menumpuk.
Saat ini, posisi bek sayap kiri Persija diisi pemain asal Brasil, Bruno Tubarao dan pemain lokal yang pernah membela Timnas Indonesia, Ilham Rio Fahmi.
Fajar, yang juga pemain berlabel timnas itu mengaku siap bersaing.
Baginya, pelatihlah yang menentukan siapa yang akan bermain pada suatu laga.
"Ada nama Tubarrau dan juga teman saya, Rio. Yang terpenting siapa yang dipercaya sama pelatih, bisa melakukan yang terbaik untuk tim," kata Fajar, pada video yang diunggah akun Instagram resmi Persija (@persija), Kamis (15/1/2026).
Fajar juga mengaku senang bisa bersaing denan Tubarao dan Rio Fahmi.
"Saya sangat senang bisa bersaing sama mereka," jelasnya.
Persija menilai pemain 23 tahun itu adalah salah satu bek sayap terbaik yang dimiliki Indonesuia.
Melalui laman resminya, Persija membeberkan latar belakang Fajar yang cemerlang di usia muda.
Lima musim terakhir bersama Borneo FC menjadi saksi ketekunan dan profesionalismenya. Musim lalu, Liga 1 2024/2025, Fajar tampil 33 kali dan menyumbang lima assist, menghadirkan keseimbangan antara ketenangan di lini belakang dan ancaman di depan.
Musim ini, dari 17 laga Super League, ia telah tampil dalam 14 pertandingan dengan satu assist yang berharga.
Di Liga 1 2023/2024, Fajar dinobatkan sebagai Pemain Muda Terbaik.
Kala itu, ia bermain dalam 30 pertandingan dengan koleksi tiga assist. Sinyal kualitasnya pun sudah terlihat saat ia meraih gelar Pemain Muda Terbaik Piala Presiden 2022.
Tak hanya di level klub, Fajar juga bersinar bersama Timnas. Ia menjadi langganan Timnas kelompok umur, mulai dari U-16, U-19, hingga U-23.
Pemain kelahiran Manokwari, 29 Mei 2002, ini merupakan bagian dari skuad Indonesia U-23 peraih medali emas SEA Games 2023.
Pada ajang tersebut, Fajar juga tampil gemilang dengan meraih gelar top skor bersama dua nama lainnya setelah mencetak lima gol.