Pemkot Yogya Targetkan Seluruh SD Negeri Jadi Satuan Pendidikan Aman Bencana
January 15, 2026 11:01 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menargetkan seluruh SD Negeri menjadi sasaran program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). 

Setiap tahun, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta mengadakan pelatihan SPAB ke sejumlah SD Negeri untuk kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana. 

Sekolah yang sudah ditetapkan menjadi SPAB diharapkan mengevaluasi perencanaan dan rutin mengadakan simulasi bencana agar kesiapsiagaan bencana menjadi budaya.

SPAB di 21 SD 

Kepala Bidang Pencegahan Kesiapsiagaan dan Data Informasi Komunikasi Kebencanaan BPBD Kota Yogyakarta, Iswari Mahendrarko, menuturkan, untuk tingkat SMP program SPAB sudah dilaksanakan di 16 SMP Negeri di Kota Yogyakarta secara bertahap. 

Sedangkan di tingkat SD, sampai dengan awal tahun 2026, program SPAB sudah menyasar 21 SD Negeri dari total sekitar 87 SD Negeri di Kota Yogyakarta.

"Untuk tingkat SMP Negeri sudah selesai tahun lalu di 16 sekolah. Kemudian, targetnya semua SD Negeri juga," katanya.

Iswari mengungkapkan, setiap tahun BPBD Kota Yogyakarta menganggarkan pelaksanaan program SPAB menyasar sedikitnya 7 sekolah. 

Diharapkan, sekolah yang sudah disasar program SPAB tidak berhenti sampai pelatihan berakhir, namun juga melakukan evaluasi perencanaan-perencanaan yang telah dibuat.

"Kemudian melakukan simulasi paling tidak setahun sekali secara mandiri, bisa dilakukan tidak harus dengan biaya yang besar. Jadi kita harapkan kegiatan-kegiatan kesiapsiagaan ini menjadi budaya di sekolah," paparnya.

Kesiapsiagaan warga sekolah 

Pihaknya menegaskan, program SPAB sangat penting untuk kesiapsiagaan seluruh warga sekolah dalam menghadapi potensi bencana. 

Meski berdasarkan kajian risiko bencana Kota Yogyakarta memiliki risiko bencana sekunder, upaya mitigasi dan antisipasi tetap harus ditempuh. 

"Jadi memang kalau skala tingkat kebencanaan Kota Yogyakarta ini termasuk tingkat kebencanaan yang sifatnya sekunder. Tapi, kita tetap harus siap siaga," ungkapnya.

Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Yogyakarta, Darmanto, mengatakan, peserta pelatihan SPAB mendapatkan sertifikat dan per 2026 ditambah piagam.

Ia pun mengapresiasi pemahaman sekolah sasaran SPAB terhadap kesiapsiagaan, yang dibuktikan dengan rangkaian simulasi bencana secara mandiri dan penyusunan rambu-rambu kebencanaan. 

"Kami berharap sekolah tidak hanya memahami konsep SPAB secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya secara nyata," ucap Darmanto.

"Sehingga, terwujud satuan pendidikan yang aman, siap, dan tangguh dalam menghadapi ancaman bencana. Ini juga sebagai bagian dari komitmen Menuju Jogja Tangguh Bencana," pungkasnya. (aka)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.