Petrokimia Gresik Bangun Tangki Asam Sulfat, Perkuat Pasokan Bahan Baku dan Ketahanan Pangan
January 16, 2026 12:04 AM

 


SURYA.CO.ID, GRESIK - PT Petrokimia Gresik (PTPG), anggota holding PT Pupuk Indonesia (PTPI) memulai proyek pembangunan tangki asam sulfat untuk memperkuat pasokan bahan baku NPK nasional. 

Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN, Aminuddin Ma'ruf mengatakan, swasembada pangan nasional menjadi perhatian Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dalam Asta Cita.

Sehingga ia mengapresiasi kinerja Pupuk Indonesia, termasuk Petrokimia Gresik dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berhasil dicapai lebih cepat dari target, yaitu tahun 2025.

"Proyek ini (pembangunan tangki asam sulfat) pada akhirnya mendukung Asta Cita Bapak Presiden Prabowo, tentang ketahanan pangan. Dengan kondisi geopolitik dunia seperti sekarang, ketahanan pangan kita harus mandiri," kata Aminuddin Ma'ruf dalam rilis Humas PTPG, Kamis (15/1/2026). 

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob mengatakan, asam sulfat merupakan bahan baku untuk memproduksi pupuk majemuk NPK.

Tangki asam sulfat ini akan berfungsi untuk mendukung keberlangsungan produksi pupuk NPK di masa depan. 

Ketersediaan Pupuk Nasional

"Dengan pembangunan tangki ini, Petrokimia Gresik akan semakin memperkuat pasokan bahan baku pupuk NPK nasional. Dengan demikian, Petrokimia Gresik dapat memberi kontribusi semakin besar bagi terwujudnya swasembada pangan nasional berkelanjutan, melalui penyediaan pupuk berkualitas bagi pertanian di Indonesia," kata Daconi.

Daconi menambahkan, PTPG merupakan pionir pupuk majemuk di dalam negeri sejak tahun 2000 dan menjadi pusat bagi teknologi pupuk NPK di tanah air. 

Total kapasitas produksi pupuk NPK sebesar 2,7 juta ton per tahun, menjadikan PTPG sebagai produsen pupuk majemuk terbesar di Indonesia. 

"Dengan keberadaan tangki ini, Petrokimia Gresik bisa terus meningkatkan kapasitas produksi pupuk NPK untuk mendukung ketersediaan pupuk di dalam negeri," katanya. 

Tangki asam sulfat ini dibangun di kawasan PTPG,  di area reklamasi tahap III dengan luas areal pembangunan 3 hektare. 

Ada dua tangki asam sulfat yang dibangun dengan kapasitas masing-masing sebesar 20.000 ton, sehingga total kapasitas penyimpanan asam sulfat Petrokimia Gresik nantinya akan mencapai 100.000 ton setelah beroperasi. 

Proyek tangki ini ditarget selesai dan beroperasi pada Mei 2027 dengan lama pengerjaan sekitar 18 bulan.

"Kami pastikan proyek ini memperhatikan aspek-aspek K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) dengan baik. Petrokimia Gresik maupun kontraktor  telah menandatangani kontrak kerja sama dengan Rumah Sakit Petrokimia Gresik untuk penanganan kondisi darurat. Dalam pengerjaan proyek ini, kami juga mengutamakan aspek lingkungan," pungkasnya. *****

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.