Nasihat Yudo Anak Purbaya untuk Pihak yang Laporkan Timoty Ronald, Singgung Fomo dan Tak Mau Belajar
January 16, 2026 01:11 AM

TRIBUNJAKARTA.COM - Influencer keuangan Timothy Ronald dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan penipuan trading kripto.

Pelapor bernama Younger mengungkap alasannya bergabung menjadi member Akademi Crypto yang didirikan Timothy Ronald.

Younger mengaku tergiur setelah melihat gaya hidup Timothy yang diunggah di media sosial Instagram.

Hal itu disampaikan Younger setelah diperiksa sebagai saksi di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (13/2/2026).

"Si TR (Timothy Ronald) ini merupakan salah satu influencer yang sangat terkenal. Nah saya melihat dia dari Instagram, dari cara dia flexing segala macam, kaya dari kripto cepat, terus bisa beli mobil mewah di usia muda. Nah itu saya tergiur. Maka dari itu, saya belilah member-nya," kata Younger kepada wartawan.

Di awal bergabung menjadi member, ia mengeluarkan uang sebesar Rp 9 juta.

Ia kemudian diajak bergabung menjadi member lifetime dan membayar Rp 39 juta.

"Dan member-nya itu bukanlah harga murah loh. Saya beli awal Rp 9 juta. Terus diiming-imingi ada member yang lifetime seharga Rp 39 juta."

"Total ya saya habis di Rp 50 juta lah kurang lebih untuk member," ungkap Younger.

Setelah bergabung sebagai member, Younger mengaku mendapat rekomendasi untuk membeli koin manta.

Ia menyebut Timothy mengiming-imingi keuntungan 300 hingga 500 persen.

"Saya tergiur karena ada bukti signal bahwa dia mengatakan dari Rp 2 juta itu bisa jadi Rp 2 miliar. Beli koin apapun bisa untung. Dan saya kenanya tuh di koin manta ini. Dia kasih PDF itu, menjanjikan profit 300 sampai 500 persen," ujar Younger.

Younger lalu membeli coin manta sebesar Rp 3 miliar. 

Namun, harga coin manta justru turun dan korban merasa dirugikan hingga memutuskan membuat laporan.

Dibela Yudo Anak Purbaya

Yudo Sadewa, anak Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan pembelaan kepada Timothy Ronald.

Ia menyebut orang yang mengaku ditipu oleh Timothy Ronald, FOMO.

FOMO adalah singkatan dari Fear of Missing Out, yaitu perasaan cemas, khawatir, atau takut ketinggalan momen, pengalaman, tren, atau aktivitas menarik yang dialami atau dilakukan orang lain, terutama yang sering terlihat di media sosial, yang mendorong seseorang untuk ikut-ikutan tanpa pertimbangan matang.

"Halah bilang aja lo FOMO wkwkwk

Gue sih udah jual Manta di 3.8 dolar, mada ada baru main 1 minggu dapat Mclaren," tulis Yudo.

Menurut Yudo, korban yang merupakan member Akademi Crypto, tidak mau belajar.

"Muridnya FOMO, mungkin tanpa Timothy juga mereka akan rugi. Kenapa? Mereka tidak mau belajar, maunya cari callnya saja.

Padahal Akademi Crypto produk utamanya kan video edukasi," tulis Yudo.

Yudo menilai Timothy Ronald bisa turut melaporkan Younger atas pencemaran nama baik.

"Kecuali nih ada bukti ON Chain kalau Bro Timothy dibayar sama Dev untuk pump and dump. Nah baru bisa dipidanakan.

Kalau enggak ada? Kamu bisa tuntut balik atas pencemaran nama baik," tulis Yudo.

Di akhirnya pernyataannya Yudo mengingatkan para trader pemula untuk tidak mempercayai siapa-siapa, tanpa belajar terlebih dahulu.

"Jangan pernah percaya siapapun termasuk aku sekalipun, semua orang bisa salah," tulis Yudo.

BERITA TERKAIT

  • Baca juga: Sindiran Hotman Paris ke Peserta Trading Timothy Ronald: Jangan Laporkan Polisi Kalau Belum Kaya

  • Baca juga: Korban Trading Kripto Timothy Ronald Disebut Capai 300 Orang, Ada yang Rela Jual Rumah dan Berutang

  • Baca juga: Timothy Ronald Dilaporkan Pasal Pencucian Uang, Pihak Korban Minta PPATK Turun Tangan

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.