...Kami memastikan kenyamanan huntara sesuai arahan Presiden
Banda Aceh (ANTARA) - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari memastikan kenyamanan hunian sementara (huntara) bagi korban banjir di Kabupaten Aceh Tamiang sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto.
"Kami memastikan kenyamanan huntara sesuai arahan Presiden," kata Muhammad Qodari ketika mengunjungi huntara di Desa Simpang Opak, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis.
Dalam kunjungan tersebut, Qodari juga mengecek progres pemulihan pascabencana banjir Aceh termasuk di antaranya progres penyediaan hunian sementara dan hunian tetap di kabupaten tersebut.
"Kami ke hunian sementara yang disiapkan Danantara. Ada sebanyak 600 unit, lokasinya di Desa Simpang Opak. Kabar baik, pengungsi yang ada di tenda akan segera pindah ke huntara ini," kata Qodari.
Qodari menjelaskan kunjungannya ke huntara itu menyusul kunjungan Presiden ke tempat tersebut sebelumnya. Waktu kunjungan itu, Presiden Prabowo Subianto meminta agar huntara nyaman dan tidak panas.
"Sekarang sudah dipasang plafon, jadi tidak panas lagi. Kami juga sudah lihat, ada yang pakai ranjang, yang belum menyusul, sedang dalam proses," kata Qodari.
Ia menegaskan lokasi huntara di Simpang Opak tempat yang ramai karena dekat dengan jalan raya. Di lokasi ini juga ada masjid besar, dan di sekitar ini juga ada perumahan dan warung.
"Lokasi ini bukan tempat terpencil, tapi strategis. Akan lebih baik di huntara dari pada di tenda. Di sini ada dapur umum, klinik kesehatan, tempat bermain anak. Di sebelah huntara juga sedang dibangun hunian tetap. Nanti dari huntara bisa pindah ke hunian tetap," katanya.
Yusuf Sitorus, koordinator HAKA pembangunan huntara untuk korban bencana Kabupaten Aceh Tamiang, mengatakan berdasarkan koordinasi dengan pemerintah setempat ada sebanyak 154 keluarga pindah ke huntara pada Kamis (15/1) sore.
"Pemindahan dari tenda ke huntara dilakukan bergelombang agar penempatan itu nyaman. Mereka dari Desa Sukajadi, Kecamatan Karang Baru, di desa tersebut ada 300 rumah hilang akibat banjir," katanya.
Menurut Yusuf Sitorus, total hunian sementara korban banjir yang sudah selesai sebanyak 600 unit. Pengerjaan konstruksi huntara ini berlangsung selama dua pekan.
Sementara itu, Yandra Saputra, penyintas bencana banjir Aceh Tamiang, menyambut baik dan senang pindah ke huntara di Simpang Opak karena tempatnya lebih representatif dari pada tinggal di tenda.
"Selama ini, kami tinggal di tenda. dan pindah ke huntara. Senang pindah ke huntara ini, tidak panas-panas lagi di tenda," kata Yandra Saputra.







