Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Maria Vianey Gunu Gokok
POS-KUPANG.COM, SOE- Dalam rangka mempererat kebersamaan dan kekeluargaan, Keluarga besar Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi (PKK) dan UMKM menyelenggarakan syukuran SK PPPK.
Sebanyak 32 pegawai honorer dengan variasi masa kerja secara resmi diangkat sebagai Pegawai dengan Perjanjian Kerja pada Dinas PPK dan UMKM pada periode tahun 2024 hingga 2025. Meski begitu, dari jumlah tersebut, seorang PPPK meninggal dunia, sehingga tersisa 31 orang.
Syukuran yang diawali dengan ibadah bersama ini diselenggarakan pada Kamis (15/1/2026), dihalaman Kantor Dinas PPK dan UMKM Kabupaten TTS. Bertemakan "semua indah pada waktunya, ibadah dipimpin oleh Pdt. Betty Tapatab-Tafui.
Dalam khotbahnya, Pdt. Betty memberikan penguatan dan pesan hangat. Diawali dengan analogi perjalanan Yusuf, ia menggambarkan kerja keras dan pengharapan yang dialami oleh para PPPK.
Baca juga: Liburan ke TTS, Menikmati Indahnya Pantai Kolbano, Surga Tersembunyi di Selatan Timor
"Dalam perjalanan hidup Yusuf, saat didalam penjara, ia dibentuk. Hingga akhirnyaa ia menjadi orang nomor dua di istana. Tuhan tidak pernah terlambat. Untuk itu, sebanyak 31 PPPK yang menjadi tujuan kita merayakan syukuran ini, ini berarti saudara menerima tanggung jawab yang besar. Belajarlah dari Yusuf tentang kerendahan hati, empati dan kepedulian, makan bekerjalah dengan target yang jelas, jujur. Dedikasi anda dalam bekerja adalah ibadah nyata bagi Tuhan," ungkapnya.
Momen syukuran ini dihadiri oleh Plt. Asisten II Sekda TTS, Apris A. Manafe, Mantan Kadis PPK dan UMKM, Frits Tobo, Pensiunan Dinas PPK dan UMKM, Perwakilan Dandim 1621/TTS, Para pegawai Dinas PPK dan UMKM berserta keluarga.
Dalam syukuran sederhana namun hangat, para PPPK menyiapkan cenderamata ungkapan syukur mereka. Selendang tenun hasil tenunan mereka diberikan kepada para tamu, dan para rekan kerja.
Mantan Kepala Dinas PPK dan UMKM, Frits Tobo, menyampaikan selamat atas pelantikan dan SK yang diterima. Ia berpesan agar tanggung jawab ini dijalankan dengan baik.
"Selamat atas peningkatan status ini diikuti dengan tugas dan tanggung jawab yang semakin besar. Sehingga kita bersyukur hari ini tetapi diharapkan agar tetap lakukan tugas dan tanggung jawab sebaik mungkin. Setiap kerjaan jangan dikeluh kesah tetapi nikmati. Jadilah berkat bagi orang lain," ungkapnya.
Dalam momen ini, mewakili Bupati Timor Tengah Selatan, Eduard Markus Lioe, Plt. Asisten II Sekda TTS menyampaikan selamat kepada 31 PPPK. Ia berharap etos kerja semasa honor tidak berubah meski predikat pegawai telah berubah.
"Selamat atas pelantikan PPPK bagi teman-teman, saya harapkan semangat dan antusias kerja semasa masih honor tetap dibawah dan diterapkan dalam pekerjaan kedepan. Ikut upacara dan laksanakan perintah kedinasan, tolong jangan berubah," jelasnya.
Ia juga menggambarkan situasi yang dialami Kabupaten TTS saat ini, dimana besaran belanja pegawai mencapai 50 persen.
Meski begitu, ini menjadi semangat dan motivasi untuk para pegawai atas semakin meningkatkan etos kerja.
"Belanja pegawai kita 50 % , namun kita harus turunkan menjadi 30?lam beberapa tahun kedepan. Ini yang menjadi pergumulan karena kedepan belanja pegawai mau tidak mau harus menggunakan APBD yaitu PAD kita. Oleh karena itu mari tetap bertanggung jawab, hargai kerja keras pimpinan yang sudah berani ambil resiko," ungkap Apris.
Para PPPK ini masih akan terus dievaluasi. Meski telah bekerja bertahun-tahun, kinerja mereka seakan masih diragukan, perlu dievaluasi setiap tahun.
Kepala Dinas PPK dan UMKM Kabupaten TTS, Yusak Banunaek, memberikan semangat kepada para pegawai. Menurutnya semangat dan kerja keras bersama perlu ditingkatkan karena kondisi saat ini membutuhkan kerja ekstra.
"Situasi efisiensi yang terjadi tetapi jumlah PAD kita harga mati. Sehingga mari kita tetap semangat dan bekerja keras untuk tujuan tersebut," jelasnya.
Ia mengaku memahami perjuangan para PPPK, beberapa yang harus tertatih-tatih, bertahun tahun, demi sedikit napas lega mengenakan korpri dan memiliki NIP. Ia bahkan menangis ketika perwakilan PPPK menyampaikan rasa syukur mereka dalam acara ini.
Salah satu PPPK dengan masa kerja 19 tahun, Merry Neken. Ia juga seorang penenun dan mahir dalam berbagai motif dan jenis tenun khas TTS. Ia mengaku bahagia karena kesabarannya terbayarkan.
"Saya sudah 19 tahun. Rasanya senang, dulu sempat dirumahkan, bahkan sampai satu tahun di rumah, tetapi dipanggil lagi, dan akhirnya kami jadi P3K," jelasnya. (any)