Kasus Super Flu Muncul Lagi! Pasien Bergejala Mirip Ditemukan di Batam, Kemenkes Sebut Masih Suspek
January 16, 2026 08:15 AM

 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA –  Kasus super flu kembali muncul. Diduga, seorang pasien dengan gejala hampir sama ditemukan di Batam Kepulauan Riau (Kepri).

Dinas Kesehatan setempat menemukan kasus suspek “super flu” yang diduga berkaitan dengan varian influenza A (H3N2) subclade K. 

Baca juga: Tanda Super Flu Tak Lagi Ringan dan Masuk Fase Berisiko, Waspada Jika 4 Hari Tak Kunjung Sembuh

Informasi dihimpun Tribunnews.com, pasien bergejala mirip super flu tersebut berasal dari Batam 

Pasien mengalami gejala flu berat mirip super flu.

Pasien merasakan nyeri, pusing, dan mual setelah melakukan ibadah umrah.

Saat ini, pasien tersebut sedang menjalani perawatan intensif di salah satu rumah sakit di kota Batam.

Masih Dugaan, Sampel Virus Dicek di Laboratorium

Pemerintah menegaskan, temuan tersebut belum merupakan kasus terkonfirmasi dan saat ini masih dalam tahap pemeriksaan laboratorium berjenjang.

Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa proses penelusuran dilakukan secara hati-hati untuk memastikan karakter virus yang terdeteksi.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menjelaskan bahwa temuan awal tersebut masih berupa dugaan dan belum bisa disimpulkan sebagai varian tertentu.

"Itu masih dugaan sedang dicek di Labkesmas Batam sebelum dikirimkan ke Lab Biokes Kemenkes Jakarta untuk diketahui persis subcladenya," kata Aji saat dihubungi Tribunnews, Kamis (15/1/2026). 

Menurutnya, pemeriksaan laboratorium dilakukan secara berlapis untuk memastikan hasil yang valid dan akurat.

Pasien Super Flu di Bandung Meninggal

ILUSTRASI FLU - Gambar ini dibuat menggunakan kecerdasan buatan, Minggu (14/9/2025).
ILUSTRASI FLU - Gambar ini dibuat menggunakan kecerdasan buatan, Minggu (14/9/2025). (AI ChatGPT)

Sebelumnya, seorang pasien dengan gejala influenza A (H3N2) subclade K atau ’super flu’ meninggal dunia di Bandung pada 9 Januari 2026.

Peristiwa tersebut memicu kekhawatiran publik meskipun dokter menegaskan, pasien memiliki komorbid atau penyakit penyerta yang berat.

Dikutip dari Tribun Jabar, Ketua Tim Pinere RSHS Bandung dr. Yovita Hartantri menegaskan bahwa kematian pasien tersebut belum dapat dikaitkan langsung dengan super flu.

Pasien diketahui memiliki komorbid berat, yakni: stroke,gagal jantung, infeksi, dan gagal ginjal, yang menjadi faktor utama perburukan kondisi hingga meninggal dunia.

“Apakah itu langsung disebabkan oleh virus? Kami tidak bisa menyatakan, karena komorbidnya banyak,” ujarnya.

Surveilans Influenza 

Pemerintah memastikan bahwa surveilans dan pelaporan kasus influenza terus dilakukan, seiring dengan penyiapan kebijakan dan langkah kesehatan sesuai situasi terkini.

Pemeriksaan sampel kasus dilakukan mulai dari puskesmas, rumah sakit, hingga laboratorium kesehatan masyarakat.

Jika memenuhi kriteria, terutama dengan nilai CT kurang dari 30, sampel akan diteruskan ke Laboratorium Biokes Kemenkes di Jakarta.

Langkah ini menjadi bagian dari sistem kewaspadaan nasional terhadap penyakit menular.

Langkah Pencegahan di Pintu Masuk


Sebagai langkah antisipasi, pemerintah juga mengaktifkan thermal scanner di pintu masuk bandara-bandara besar. 

"Di pintu masuk bandara besar juga sudah diaktifkan thermal scanner," lanjut Aji. 

Upaya ini dilakukan untuk mendeteksi lebih dini penumpang yang menunjukkan gejala gangguan kesehatan, sekaligus memperkuat pengawasan di titik masuk wilayah.

 (Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi/Anita K Wardhani/Rina)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.