Doa Jumat Terakhir di Bulan Rajab, Simak Pula Amalan Memasuki Isra Mikraj 2026
January 16, 2026 11:42 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Hari ini terakhir Jumat di bulan Rajab 1447 Hijriah.

Banyak amalan bisa dilakukan memasuki Isra Mikraj 2026.

Bulan Rajab memang sudah hampir habis, masih bisa amalan dilakukan.

Apalagi tak lama lagi, umat muslim memasuki bulan Syakban sebagai pertanda Ramadan bakal segera tiba.

Baca juga: Kumpulan Selawat Nabi Muhammad SAW, Sunah Bacaan di Momen Isra Mikraj 2026

Baca juga: Kajari Tala Tegaskan Pengembangan Korupsi Dana BOK Puskesmas Angsau, Sebut Dituntaskan Tahun Ini

Bagi umat Islam, Isra Miraj merupakan peringatan penting dan bersejarah, di mana Nabi Muhammad Saw. melakukan perjalanan spiritual satu malam pada tahun ke-12 kenabiannya.

Rasulullah Saw. melakukan perjalanan dari Masjidil Haram, Mekkah (Arab Saudi), ke Masjidil Aqsa, Yerusalem (Palestina).

Dari Masjidil Aqsa, Rasulullah Saw. naik ke Sidratul Muntaha untuk menerima perintah langsung dari Allah Swt untuk melaksanakan sholat fardhu lima waktu.

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menjelaskan bahwa Isra Miraj disebutkan di dalam Al-Quran.

"Maha Suci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat." (QS. Al-Isra [17]:1)

Karena penting dan mulianya peristiwa tersebut, peringatan Isra Miraj ditetapkan menjadi hari libur nasional di Indonesia.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menukil penjelasan Syekh Muhammad Amin Al-Kurdi Asy-Syafi’i dalam kitabnya yang menjelaskan bahwa boleh memanjatkan doa baik untuk memperingati Isra Miraj.

Dikutip dari Kitab Dlau As-Siraj fī Faḍl Rajab wa Qiṣṣah al-Mi‘rāj oleh penerbit Mathba‘ah As-Sa‘ādah, dan Kitab Syu‘ab al-Iman oleh Al-Baihaqi., berikut doa-doa baik yang dapat dibaca untuk memperingati Isra Miraj.

Baca juga: Innalillahi, Mantan Pjs Wali Kota Banjarbaru Bunda Nunung Wafat, Dimakamkan di Desa Malintang Gambut

Doa Amalan Jumat Terakhir Rajab

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ، وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Allaahumma baariklanaa fii rajabawa syabaana, wa ballighnaa ramadhaana.

Artinya: "Ya Allah, berkahi kami di bulan Rajab dan Syaban, dan sampaikan kami di bulan Ramadhan."

Doa Isra Miraj

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِمُشَاهَدَةِ أَسْرَارِ الْمُحِبِّينَ، وَبِالْخَلْوَةِ الَّتِي خَصَصْتَ بِهَا سَيِّدَ الْمُرْسَلِينَ، حِينَ أَسْرَيْتَ بِهِ لَيْلَةَ السَّابِعِ وَالْعِشْرِينَ، أَنْ تَرْحَمَ قَلْبِيَ الْحَزِينَ، وَتُجِيبَ دَعْوَتِي، يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ
Allahuma ini asaluka bimusyahadat asraril muhibbin, wa bikhalwatillati khasashta bisa Sayyidah mursalin, hina asrayta bihi lailassabi’i wal isyrina, an tarhama qalbiyal hazina, wa tujiba da’wati, ya akramal akramin

Artinya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dengan (perantaraan) penyaksian rahasia-rahasia para pecinta (Allah), dan dengan khalwat (kedudukan khusus) yang Engkau khususkan bagi Pemimpin para rasul, ketika Engkau memperjalankannya (Isra’) pada malam tanggal dua puluh tujuh, agar Engkau mengasihi hatiku yang bersedih dan mengabulkan doaku, wahai Dzat Yang Maha Mulia dari segala yang mulia.”

Baca juga: Beredar Video Dugaan Limbah Sawit Mengalir ke Sungai, DLH Tanahlaut: Kita Cek ke Lapangan 

Simak Penjelasan UAS

Penceramah Ustadz Abdul Somad memaparkan Amalan Bulan Rajab sesuai contoh dan pedoman dari Rasulullah SAW.

Amalan yang dianjurkan di Bulan Rajab salah satunya puasa sunnah, disampaikan Ustadz Abdul Somad, Nabi Muhammad SAW pernah berpuasa satu bulan penuh.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan dalam hadist, Ustadz Abdul Somad menyebutkan pernah pula Nabi Muhammad SAW tidak berpuasa satu hari pun di bulan Rajab.

Sehingga, Ustadz Abdul Somad mengimbau puasa di bulan Rajab bukan suatu keharusan, hukumnya sunnah, dan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi tubuh.

Bulan Rajab adalah salah satu bulan di penanggalan tahun baru Islam, yang mana termasuk dalam empat bulan mulia atau bulan haram selain Zulqa'dah, Zulhijjah, dan Muharram.

Baca juga: Pukul Murid Dibalas Dikeroyok Siswa, Guru Agus Saputra Lapor ke Polda Jambi, Terkena Mental

Sebentar lagi akan memasuki bulan Rajab 1446 Hijriyah. Diketahui, 1 Rajab 1446 Hijriyah bertepatan pada Rabu (1/1/2025 kemarin.

Dalam menyambut bulan Rajab, ada sejumlah amalan-amalan yang dianjurkan untuk dikerjakan umat muslim, salah satunya puasa.

Ustadz Abdul Somad menerangkan sabda Nabi Muhammad SAW yakni anjuran berpuasa di bulan haram.

"Bulan haram itu apa saja? Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Siti Aisyah RA menyatakan Rasulullah SAW pernah puasa satu bulan di bulan Rajab, pernah pula puasa penuh di bulan Sya'ban, namun tidak setiap tahun," jelas Ustadz Abdul Somad dikutip Banjarmasinpost.co.id dari kanal youtube Fodamara TV.

Hal tersebut dilakukan Nabi Muhammad SAW di Madinah, pernah puasa satu bulan di bulan Rajab namun tidak rutin dilakukan setiap tahun, sehingga jika dilakukan puasa penuh satu bulan di bulan Rajab, hal tersebut boleh dilakukan.

Namun, jika hal tersebut dilakukan setiap tahun hingga lemas badannya yakni mulai dari Rajab, Sya'ban, dan Ramadhan maka bisa menimbulkan kemudharatan yang menimbulkan sakit.

"Terlebih bagi Anda yang bekerja, maka hendaknya jangan pula berpuasa penuh selama Rajab, disambung Sya'ban dan Ramadhan, namun kalau dikerjakan sekali-sekali boleh-boleh saja," papar Ustadz Abdul Somad.

Yang dimaksud sekali-sekali tersebut adalah misalnya puasa penuh di bulan Rajab di tahun ini, namun tahun berikutnya boleh puasa hanya beberapa hari atau hanya mengikuti puasa sunnah yang dianjurkan, misal Senin dan Kamis, dan Ayyamul Bidh.

Namun jika memaksakan diri untuk terus-menerus berpuasa maka bisa menjerumuskan diri dalam kebinasaan.

Ustadz Abdul Somad menambahkan tidak ada amalan khusus di bulan rajab. Namun dianjurkan memperbanyak mengerjakan sejumlah amalan-amalan.

Jenis-jenis amalan di Bulan Rajab yang dianjurkan yakni puasa sunnah, shalat sunnah, membaca Alquran, zikir, dan sedekah.

Baca juga: Nasib Belasan Siswa SMK Pengeroyok Guru Bahasa Inggris, Sanksi Akhirnya Dijatuhkan, Polisi: Menyesal

"Level tertinggi puasa, kalau puasa tak sanggup shalat shalat sunnah, jika tak sanggup, perbanyak baca alquran, baca alquran tak sanggup dzikir, atau perbanyak sedekah," terang Ustadz Abdul Somad.

Amalan-amalan tersebut juga bisa dilakukan di bulan-bulan lainnya tak hanya bulan Rajab.

Ini sebab tak ada hadist khusus yang menunjukkan anjuran amalan di bulan Rajab saja, melainkan anjuran puasa di bulan-bulan haram.

Namun Ustadz Abdul Somad menyebutkan, perlakuan umat muslim di bulan Rajab hendaknya berbeda di bulan lainnya dengan memperbanyak amalan shaleh tersebut.

Sebagaimana bulan lainnya di tahun Hijriyah, di bulan Rajab umat muslim juga dapat mengerjakan puasa sunnah.

Puasa sunnah tersebut yakni puasa Senin Kamis, puasa Ayyamul Bidh, serta puasa lainnya termasuk puasa Nabi Daud. (Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.