Bolehkah Puasa Isra Miraj Tanggal 27 Rajab? Simak Jadwal dan Ketentuannya
January 16, 2026 01:32 PM

 

SURYA.CO.ID - Perayaan Isra Miraj merupakan momen penting bagi umat Islam yang jatuh pada tanggal 27 Rajab.

Tahun ini, menurut penanggalan Hijriyah Nahdlatul Ulama (NU), Isra Miraj bertepatan pada Sabtu, 17 Januari 2026. Adapun malam Isra Miraj mulai Jumat, 16 Januari 2026 setelah matahari tenggelam atau waktu Maghrib.

Di hari yang istimewa ini, banyak umat Muslim bertanya-tanya mengenai amalan apa yang paling utama dilakukan, salah satunya adalah ibadah puasa.

Lantas, bolehkah puasa Isra Miraj tanggal 27 Rajab? Simak penjelasan hukum dan keutamaannya berdasarkan ketentuan syariat berikut ini.

Baca juga: Bacaan Doa Isra Miraj 27 Rajab Allahumma Inni Asaluka Bi Musyahadah, Agar Dikabulkan Segala Hajat

Hukum Puasa 27 Rajab (Isra Miraj)

Melansir informasi dari laman Instagram NU Online via SURYA.co.id, melakukan puasa pada tanggal 27 Rajab hukumnya adalah boleh.

Puasa ini dikategorikan sebagai puasa sunnah yang sangat dianjurkan.

Tidak ada larangan khusus untuk berpuasa di hari Isra Miraj justru, momen ini menjadi kesempatan bagi umat Muslim untuk meningkatkan amalan baik di luar bulan suci Ramadhan.

Mengapa Puasa di Bulan Rajab Sangat Dianjurkan?

Bulan Rajab termasuk dalam daftar Asyhurul Hurum atau bulan-bulan yang dimuliakan.

Menurut Syekh Syatha ad-Dimyati, setelah bulan Ramadhan, waktu terbaik untuk menjalankan ibadah puasa adalah di bulan-bulan haram, yaitu Muharram, Rajab, Dzulqa’dah, Dzulhijjah.

Imam Nawawi juga menjelaskan bahwa berpuasa di bulan-bulan haram memiliki pahala yang sangat besar.

Oleh karena itu, Rajab menjadi salah satu waktu utama bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah, termasuk puasa sunnah.

Keutamaan Puasa 27 Rajab Menurut Hadis

Berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, terdapat keutamaan luar biasa bagi mereka yang menjalankan puasa pada tanggal tersebut:

"Barangsiapa yang berpuasa pada hari ketujuh dan dua puluh bulan Rajab (27 Rajab), maka Allah akan mencatat puasanya selama enam puluh bulan. Dan, itu adalah hari di mana Jibril turun kepada Muhammad dengan risalah." (HR. Abu Hurairah)

Meskipun terdapat diskusi di kalangan ulama mengenai derajat hadis terkait kekhususan puasa Rajab, secara umum para ulama sepakat bahwa memperbanyak amal saleh di bulan mulia adalah hal yang sangat baik (fadhailul a'mal).

Ketentuan Menjalankan Puasa 27 Rajab

Bagi Anda yang ingin mengamalkannya, berikut adalah beberapa ketentuannya:

1.Niat puasa sunnah Rajab

Biat bisa dilakukan di dalam hati sejak malam hari atau pada pagi hari (sebelum masuk waktu Dzuhur) selama belum mengonsumsi makanan atau minuman apa pun.

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ رَجَبَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shouma ghadin 'an ada-i sunnati rojaba lillahi ta‘ala.

Artinya: “Aku berniat puasa sunah Rajab hari ini karena Allah Ta’ala.”

2. Waktu Puasa

Dilaksanakan mulai terbit fajar (Subuh) hingga terbenam matahari (Maghrib).

Amalan ini bertujuan untuk menggapai ridha Allah SWT dan mengikuti anjuran para ulama untuk memuliakan bulan-bulan haram.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.