Seperti diketahui, belum lama ini artis Aurelie Moeremans merilis buku
memoar berjudul Broken Strings. Di buku itu, Aurelie menulis
pengalaman pahitnya saat jadi korban kekerasan seksual dan child
grooming.
Benar saja, buku itu langsung viral hingga ramai diperbincangkan
netizen. Bahkan, anggota DPR RI Fraksi PDIP, Rieke Diah Pitaloka pun
ikut menyoroti kasus tersebut.
Seperti baru-baru ini, Rieke Diah Pitaloka murka dengan Kasus Aurelie
Moeremans hingga menyentil Komnas Ham dan Komnas Perempuan. Sentilan
itu disampaikan Rieke saat rapat dengar pendapat umum (RDPU) bersama
Komnas Perempuan dan Komnas HAM di Kompleks Parlemen, Senayan,
Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Di rapat tersebut, Rieke menyinggung soal isu child grooming yang
dialami oleh artis Aurelie hingga ditulis dalam sebuah buku memoar.
Menurut Rieke, isu grooming memang masih tabu di Indonesia.
Namun, dengan munculnya buku Broken Strings itu menunjukkan bahwa
grooming bisa saja dialami oleh siapapun. Oleh karena itu, ia meminta
agar negara dan pihak berwenang tak hanya diam jika menerima kasus
tersebut.
"Child grooming ini adalah sesuatu yang dalam tanda kutip tabu bagi
Indonesia selama ini."
"Tapi ada seorang perempuan yang bernama Aurelie Moeremans yang
mengeluarkan buku e-book secara gratis yang berjudul Broken Strings,"
kata Rieke dilansir Kompas.com.
"Bagaimana masa mudanya dihancurkan, bukan hanya dirampas. Ini adalah
memoar yang terindikasi merupakan kisah hidup yang nyata dan ini bisa
terjadi pada siapa saja, juga kepada anak-anak kita ketika negara
diam, ketika kita yang ada di dalam posisi harusnya bersuara, kita
diam," ujar dia.
Lebih lanjut, Rieke juga menjelaskan betapa bahayanya child grooming.
Ia bersyukur lantaran Aurelie mau buka suara hingga jadi bahan
pelajaran dan kewaspadaan terutama untuk orang tua dan lembaga
terkait.
"Tujuan akhirnya adalah kekerasan atau eksploitasi seksual," kata Rieke.
"Maaf pimpinan saya agak emosional karena ini bisa terjadi pada
anak-anak kita. Kasusnya banyak di Indonesia. Untungnya ada anak ini
yang berani ngomong," tutur Rieke.
Rieke Diah Pitaloka murka dengan kasus Aurelie Moeremans, sang
politisi langsung mengajak Komisi XIII DPR RI untuk memperjuangkan
penanganan kasus tersebut secara bersama-sama. Ia juga menyayangkan
lantaran banyak pihak yang masih bungkam dengan hal tersebut.
"Di hari pertama saya bertugas di Komisi XIII dengan support dari
pimpinan, apakah mungkin kita memperjuangkannya bersama? Tidak ada
satupun negara yang saat ini saya kira untuk bersuara," kata dia.
"Saya belum mendengar ada suara dari Komnas HAM dan Komnas Perempuan
secara utuh secara serius terhadap kasus ini," ujar Rieke Diah
Pitaloka.
Seperti diketahui, buku memoar Broken Strings kini tengah viral di
media sosial. Melalui buku itu, Aurelie menjelaskan peristiwa saat
dirinya di-grooming oleh pria yang saat itu jadi kekasihnya bernama
Bobby (nama yang disamarkan).
Saat itu, Aurelie berusia 15 tahun, sedangkan pelaku berusia 13 tahun
lebih tua darinya. Di bab awal bukunya, Aurelie menceritakan
pertemuannya dengan pria yang disamarkan dengan nama Bobby di sebuah
lokasi syuting.
Sejak pertemuan itu, ia mengaku mulai mengalami manipulasi dan kontrol
secara perlahan. Setelah itu, ia menceritakan pengalaman pahitnya saat
mendapat kekerasan seksual dari pelaku.
"Buku ini adalah kisah nyata tentang aku."
"Tentang bagaimana aku di-grooming waktu umur 15 tahun oleh seseorang
yang usianya hampir dua kali umur aku," tulis Aurelie.