Kerja sama ini menandai perubahan besar dalam strategi AI Apple, sekaligus mengungkap alasan di balik absennya OpenAI dari pengembangan Siri terbaru.
Pengumuman ini disebut ditujukan untuk meyakinkan investor, namun juga membawa dampak langsung bagi pengguna iPhone.
Menurut laporan Financial Times yang dikutip 9to5Mac, kerja sama tersebut berbentuk kontrak komputasi awan (cloud computing).
Informasi utama dari kesepakatan ini antara lain:
Analis Deepwater Asset Management, Gene Munster, memperkirakan nilai total kesepakatan tersebut bisa mencapai USD 5 miliar.
Angka ini juga dikutip oleh Mac Rumors, yang menyebut nilai tersebut masih tergolong konservatif dibandingkan belanja infrastruktur AI perusahaan teknologi lain.
Apple menjelaskan bahwa model Gemini akan dijalankan di server Private Cloud Compute milik Apple.
Langkah ini diklaim untuk menjaga privasi data pengguna, yang selama ini menjadi fokus utama perusahaan asal Cupertino tersebut.
Sementara itu, laporan yang sama juga mengungkap alasan mengapa OpenAI tidak terlibat lebih jauh dalam pengembangan Siri.
Sumber yang dekat dengan OpenAI menyebut perusahaan tersebut mengambil keputusan sadar untuk tidak menjadi penyedia model khusus bagi Apple.
Beberapa poin terkait keputusan OpenAI:
Menurutnya, memiliki dua model AI besar secara bersamaan tidak efisien dari sisi biaya dan skala.
Sumber Mac Rumors juga mencatat bahwa Apple selama ini relatif berhati-hati dalam belanja infrastruktur AI.
Siri generasi terbaru berbasis Gemini dijadwalkan meluncur bersama iOS 26.4, yang diperkirakan rilis ke publik pada Maret atau April mendatang.
(Tribunnews.com/Widya)