Dulu Tidak Lindungi Aurelie dari Child Grooming, Kak Seto Kini Berubah Usai Heboh Broken Strings
January 16, 2026 03:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Kak Seto akhirnya buka suara soal kejadian yang dialami Aurelie Moeremans saat remaja. Kak Seto mengatakan bahwa pengalaman traumatis yang dialami Aurelie bisa menjadi pembelajaran.

Aurelie menuliskan pengalaman traumatis yang dialami saat usia 15 tahun dalam buku Broken Strings.

Saat itu ia mengalami grooming oleh lelaki yang berusia dua kali lebih tua darinya.

Lelaki tersebut diberi nama sebagai Boby di buku Broken Strings.

Dalam buku, Aurelie menggambarkan sosok Boby sebagai pria manipulatif dan kasar hingga membuatnya sulit untuk lepas.

Bahkan hubungan Aurelie dan Boby menjadi sangat tidak sehat dan membahayakan baginya yang masih berusia remaja.

Dari kisah itu, banyak netizen merujuk pada Roby Tremonti.

2009 silam, saat Aurelie masih 15 tahun ia menjalin hubungan dengan Roby.

Orang tua Aurelie sama sekali tidak setuju karena Roby berusia dua kali lebih tua.

Mereka bahkan sampai membuat laporan ke Komnas Perlindungan Anak.

Sampai kemudian, 2011 Aurelie justru dikabarkan menikah.

Aurelie berpisah karena Roby diduga melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Baca juga: Sindiran Denny Sumargo ke Roby Tremonti Soal Broken Strings Aurelie : Boby Lawan Insana Tinju ?

Saat orang tua meminta perlindungan untuk Aurelie, Kak Seto justru membuat pernyataan kontroversi.

Ia mengatakan setiap remaja sudah memiliki keinginan dan tidak bisa dipaksa menuruti permintaan orang tua.

"Anak remaja kan punya keinginan dan punya pilihan. Gak bisa dipaksa sesuai keinginan orang tua. Namanya anak remaja wajar lah sudah jatuh cinta. Kan sudah 17 tahun apa salahnya ?" kata Kak Seto 26 Agustus 2010.

Kini setelah membaca Broken Strings, Kak Seto menjadi salah satu orang yang dianggap tidak mampu menyelamatkan Aurelie.

Baca juga: Denny Sumargo Janji Tak Undang Roby Tremonti ke Podcast, Postingan Ibu Mertua Aurelie Bikin Terenyuh

Sebab kini 16 tahun lamanya Aurelie menderita karena rasa trauma yang diberikan Boby.

Namun kini setelah banyak disalahkan banyak Kak Seto justru memberi pernyataan lain.

"Perlu kami sampaikan bahwa praktik pendampingan anak dan cara pandang terhadap relasi kuasa, kerentanan remaja, serta dampak psikologis jangan panjang telah mengalami perkembangan yang sangat signifikan dalam lebih dari satu dekade terakhir.

Pada masanya, setiap pendampingan dan pernyataan disampaikan berdasarkan pengetahuan, kewenangan, serta kerangka pemahaman yang berlaku saat itu.

Namun kami menyadari bahwa standar perlindungan anak hari ini menuntut kepekaan, kehati-hatian, dan perspektif yang jauh lebih kuat terhadap potensi manipulasi, tekanan emosional, dan ketimpangan kuasa dalam relasi yang melibatkan anak dan remaja.

Oleh karena itu, kami menjadikan refleksi atas praktik masa lalu sebagai bagian dari proses pembelajaran berkelanjutan untuk memperkuat perlindungan anak ke depan," tulis Kak Seto.

Setelah mengetahui Aurelie mengalami grooming, Kak Seto menyatakan mengecam tindakan tersebut.

"Kami mengecam segala bentuk manipulasi, relasi tidak setara, dan praktik child grooming.

Anak tidak pernah berada dalam psosisi setara untuk dimintai pertanggungjawaban atas relasi yang dibangun melalui tekanan, bujuk rayu, atau ketimpangan kuasa.

Kami menghormati keberanian siapapun yang memilih untuk bersuara atas pengalaman masa lalunya, dan memandang suara tersebut sebagai pengingat penting agar sistem perlindungan anak terus diperbaiki, diperkuat, dan semakin berpihak pada kepentingan terbaik anak.

Kami mengajak seluruh pihak untuk menyikapi isu ini dengan empati, kebijaksanaan, dan fokus pada tujuan bersama: menciptakan ruang yang aman bagi anak-anak Indonesia hari ini dan masa depan," tutup Kak Seto.

https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.