Presiden Prabowo Kumpulkan 1000 Rektor di Istana, Ternyata Ini Tujuannya
January 16, 2026 04:48 PM

TRIBUNJAMBI.COM -Istana Kepresidenan menjelaskan latar belakang pelaksanaan pertemuan antara Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan sekitar 1.200 rektor serta profesor dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Agenda bertajuk Taklimat Presiden Republik Indonesia dengan Rektor serta Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta Tahun 2026 tersebut digelar pada Kamis (15/1/2026) di halaman tengah Istana Kepresidenan Jakarta.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda resmi Presiden Prabowo dalam menjalankan tugasnya sebagai Kepala Negara sekaligus Kepala Pemerintahan.

Menurut Prasetyo, pertemuan itu dirancang sebagai ruang diskusi strategis antara Presiden dan para pemangku kepentingan utama di sektor pendidikan tinggi.

Ia menyebut Presiden Prabowo memanfaatkan forum tersebut untuk menyampaikan pandangan mengenai kondisi nasional, dinamika geopolitik global, serta arah kebijakan besar yang akan dihadapi Indonesia ke depan.

“Ini bagian dari agenda Bapak Presiden sebagai Kepala Negara, Kepala Pemerintahan, untuk berdiskusi menyampaikan pandangan-pandangan beliau, update-update terhadap kondisi negara kita maupun kondisi geopolitik dan rencana-rencana besar yang harus kita kerjakan ke depan,” ujar Menteri Pras kepada awak media.

Dalam taklimat tersebut, Presiden Prabowo berdialog langsung dengan sekitar 1.200 undangan yang terdiri atas rektor dan guru besar dari perguruan tinggi negeri maupun swasta di seluruh Indonesia.

Pertemuan ini menjadi bagian dari rangkaian komunikasi intensif yang dilakukan Presiden dengan berbagai elemen masyarakat, khususnya kalangan akademisi dan dunia pendidikan.

“Oleh karena itulah Bapak Presiden melakukan banyak komunikasi dan dengan berbagai pihak, dan hari ini kebetulan jadwalnya adalah akan berdiskusi dan membangun komunikasi kepada para rektor, guru besar, baik perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta,” lanjut Prasetyo.

Prasetyo menambahkan bahwa dalam sepekan terakhir Presiden Prabowo memberi perhatian khusus pada penguatan sektor pendidikan sebagai fondasi pembangunan nasional.

Fokus tersebut sejalan dengan agenda besar pemerintah yang tengah mendorong terwujudnya swasembada pangan dan swasembada energi.

Terkait materi diskusi, Prasetyo menyampaikan bahwa pembahasan mencakup berbagai isu strategis di bidang pendidikan tinggi.

“Diskusinya ini juga sudah dimulai oleh Kementerian Dikti Saintek, misalnya berkenaan dengan bagaimana kita mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter kita yang berdasarkan data kita masih kekurangan hampir di atas 100 ribuan,” ungkap Prasetyo.

Selain isu tenaga kesehatan, Presiden Prabowo juga memberikan perhatian pada peningkatan kualitas perguruan tinggi secara menyeluruh.

Perhatian tersebut meliputi penguatan sumber daya dosen, pengembangan sarana dan prasarana, serta keberlanjutan pembiayaan operasional perguruan tinggi.

Pemerintah, menurut Prasetyo, tengah mengkaji berbagai skema agar perguruan tinggi dapat berkembang tanpa membebani masyarakat dan mahasiswa.

“Sehingga kalau memungkinkan kita sedang coba menghitung bagaimana universitas-universitas ini dapat maju dan berkualitas, dan tidak memberatkan dari sisi pembiayaan bagi masyarakat atau bagi mahasiswa,” ujarnya.

Taklimat Presiden ini mencerminkan penempatan pendidikan tinggi dan penguatan sumber daya manusia sebagai bagian penting dari arah pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Sementara itu, Rektor Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, menyampaikan bahwa Presiden Prabowo menekankan peran strategis perguruan tinggi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

Ia menjelaskan bahwa dialog langsung antara Presiden dan pimpinan perguruan tinggi menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan visi pembangunan nasional dengan kebijakan pendidikan tinggi.

Menurut Aan Jaelani, pembahasan juga mencakup penguatan bidang ilmu sosial, keagamaan, dan kemanusiaan dalam sistem pendidikan tinggi.

Kehadiran pimpinan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam pertemuan tersebut menegaskan komitmen kampus sebagai Cyber Islamic University dalam berkontribusi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Baca juga: ReJO Prabowo-Gibran Sebut Jokowi Teladan Negarawan Usai Polda Metro SP3 Tersangka Eggi dan DHL

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.