SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Banjir akibat luapan Sungai Bengawan Jero di wilayah Lamongan yang kian meluas berdampak terhadap kenaikan harga bahan pokok.
Bencana tahunan ini mulai memicu lonjakan harga kebutuhan pokok yang memberatkan beban ekonomi warga terdampak.
Kepala Dusun Dukun Glagah, Suparjo mengatakan, kondisi wilayah yang terisolasi dan sulitnya akses transportasi menyebabkan distribusi barang terhambat, sehingga berdampak pada kenaikan harga barang.
Baca juga: DWP Lamongan Salurkan 350 Paket Sembako untuk Korban Banjir Bengawan Jero
"Banjir sudah berjalan 2 bulan, ekonomi, sembako dan yang lain mengalamai kenaikan, akses jalan terendam hanya bisa dilewati dengan perahu," ujar Suparjo, Jumat (16/1/2026).
Disebutkan, kenaikan harga terjadi pada berbagai komoditas dapur.
Rata-rata kenaikan berkisar antara Rp 5.000 hingga Rp 7.000 dari harga normal.
Kenaikan ini dinilai sangat signifikan bagi warga yang saat ini aktivitas ekonominya juga terhenti akibat rendaman air.
Baca juga: Prihatin, Dewan Pendidikan Lamongan Minta Anggaran MBG Dialihkan untuk Penanganan Banjir
"Kini warga harus merogoh kocek lebih dalam untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti beras, minyak goreng, dan telur," katanya.
Ia berharap ada intervensi dari pemerintah daerah agar harga kembali stabil atau setidaknya ada bantuan logistik yang merata bagi warga terdampak.
"Sembako saat ini naik signifikan, Harga kebutuhan naik Rp 5 hingga 7 ribu per item. Karena akses ke pasar dan akses keluar masuk terganggu dan membuat harga kebutuhan naik," tambahnya.
Sementara itu, hingga saat ini, debit air di wilayah Bengawan Jero masih fluktuatif dan sangat bergantung pada intensitas curah hujan.
Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air susulan sembari menunggu bantuan logistik dan normalisasi harga di pasar lokal.
Fatimah seorang warga terdampak banjir mengaku, tidak bisa berbuat banyak saat dihadapkan dengan kenaikan harga bahan pokok.
"Intinya barang kebutuhan dapur naik semua," gerutu Fatimah.
Ia memaklumi kenaikan itu, karena para pedagang harus mengeluarkan biaya tambahan untuk bisa masuk ke wilayah banjir.
Paling tidak harus sewa perahu untuk membawa barang dagangannya sampai masuk ke wilayah banjir.