BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Kondisi jembatan Amandit Lama di Desa Panjampang Bahagia, Kecamatan Simpur, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) memprihatinkan.
Jembatan yang kondisinya tengah rusak itu, merupakan akses penting, penghubung warga setempat untuk menuju lokasi pertanian, perkebunan, dan perikanan
Kini jembatan kayu ulin yang telah lama mengalami kerusakan itu, semakin termakan usia dan kondisinya bertambah parah sampai tidak bisa dilewati mobil.
Seperti yang dikatakan Kepala Desa Panjampang Bahagia, Muhammad Sya'rawi saat dikonfirmasi Banjarmasinpost.co.id mengakui, jembatan Amandit lama memang telah termakan usia dan diperparah akibat banjir, Jumat (16/1/2026).
“Jembatan ini ada pondasi kayu di bagian tengah, karena kondisi banjir menumpuk juga, jembatan kondisinya semakin miring,” katanya.
Baca juga: Innalillahi, Mantan Pjs Wali Kota Banjarbaru Bunda Nunung Wafat, Dimakamkan di Desa Malintang Gambut
Baca juga: Kecelakaan Maut di Jalan SMPN 18 Banjarmasin, Tiga Remaja Dikabarkan Jadi Korban
Diungkapkannya, semua tiang pondasi sudah miring dan dapat rubuh termakan usia, kemungkinan tidak layak lagi. Ditambah, kondisi lantai berlubang cukup parah dan banyak hilang.
Warga setempat sangat mengharapkan Jembatan Amandit lama itu diperbaiki untuk membawa hasil panen perkebunan, perikanan, dan pertanian agar memangkas biaya.
“Saat ini, terpaksa menggunakan kelotok sehingga menambah biaya petani. Kalau melewati jembatan bisa langsung ke lokasi perkebunan dan mengurangi biaya upah angkutan,” ungkapnya.
Warga melalui Kades Panjampang Bahagia berharap, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) HSS melakukan perbaikan dan diganti dengan jembatan permanen, mengingat banyaknya warga menggunakan fasilitas jembatan tersebut.
“Bila dibangun jangan menggunakan tiang kayu lagi, karena saat debit air cukup dalam, banyak kumpulan sisa rumput dan tanaman menumpuk di depan jembatan, mengakibatkan tiang bergeser,” jelasnya.
Kondisi jembatan telah dikeluhkan sejak lama. Sampai-sampai diusulkan melalui Musrenbang sebagai prioritas utama tetap tidak terealisasi.
Kades Panjampang Bahagia mengaku sangat berharap ada kejelasan perbaikan jembatan tersebut.
Sementara, beberapa waktu lalu, kondisi jembatan Amandit lama ini telah dilakukan peninjauan oleh Wakil Bupati HSS Suriani bersama Camat Simpur dan Pemdes Panjampang Bahagia.
Kunjungan dilakukan Wabup Suriani saat menyerahkan bantuan banjir dan peninjauan infrastruktur.
“Kondisi jembatan tersebut menjadi bahan perhatian dan usulan dalam perencanaan serta dimasukan dalam proses perencanaan pembangunan ke depan,” kata Wabup Suriani.
Wabup menilai, jembatan itu merupakan akses vital bagi warga dalam menunjang kegiatan pertanian dan perikanan.
(Banjarmasinpost.co.id/Adiyat Ikhsan)