Genjot Ekonomi Daerah, Pemkab Cilacap Tawarkan Kawasan Industri Hingga Perikanan ke Investor
January 16, 2026 05:07 PM

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Pemerintah Kabupaten Cilacap berupaya mencari pendapatan tambahan lantaran keterbatasan fiskal.

Mereka menawarkan sejumlah sektor industri yang bisa digarap investor.

Mulai dari kawasan industri hingga sektor perikanan dan pertanian.

Bupati Cilacap Syamsul Aulia Rachman mengatakan diskusi terkait potensi daerah penting dilakukan sebagai upaya membangun dan menggerakkan kekuatan ekonomi lokal yang selama ini belum tergarap maksimal.

"Kalau kita mendiskusikan potensi tersebut untuk membangunkan, kenapa tidak? Karena dari situ, bisa lahir ide dan gagasan untuk mengoptimalkan pengembangan wilayah," kata Syamsul.

Baca juga: KEK Cilacap Resmi Dilantik, Bupati Syamsul Tagih Kerja Nyata

Menurutnya, pemerintah daerah membuka ruang diskusi publik yang melibatkan akademisi, masyarakat, hingga berbagai pemangku kepentingan guna merumuskan arah pembangunan berbasis potensi lokal.

"Diskusi publik ini menjadi ruang bersama antara pemerintah daerah, akademisi, masyarakat, dan teman-teman yang punya ide gagasan agar wilayah Jawa bagian selatan semakin bisa mengeksplor potensi yang ada," ujarnya.

Syamsul menegaskan, Pemkab Cilacap berkomitmen menciptakan iklim investasi yang ramah, cepat, dan efisien guna menarik minat investor di tengah keterbatasan fiskal daerah.

"Kita harus menggerakkan itu semua karena fiskal terbatas, sehingga kita perlu menarik investor seoptimal mungkin dengan pelayanan yang ramah, cepat, dan efisien," tegasnya.

Ia menyebut, Cilacap memiliki potensi besar di sektor industri kawasan, perikanan, pertanian, serta sektor pendukung lain yang saling terintegrasi.

"Potensi kawasan industri, pengembangan perikanan, pertanian, dan industri lain itu sebagian sudah kami tawarkan sebagai peluang investasi," jelas Syamsul.

Baca juga: 17 KK Korban Longsor Cilacap Terima Kunci Huntara, Fasilitas Air dan Listrik Gratis

Selain itu, Pemkab Cilacap juga tengah mengidentifikasi aset dan lahan pasif yang belum optimal untuk ditawarkan sebagai bagian dari kerja sama investasi.

"Lahan atau aset yang mungkin kurang optimal akan kami coba tawarkan, baik kepada investor maupun kepada pemerintah, agar bisa dimanfaatkan secara maksimal," katanya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.