TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT –Jembatan di Jalan Kapten Mulyono Sampit, Kelurahan Ketapang, Kecamatan MB Ketapang Kotawaringin Timur kembali menjadi keluhan warga.
Jembatan Patah Sei Mentawa telah berusia puluhan tahun itu kini semakin rapuh, memaksa pengendara melintas dengan penuh kehati-hatian, terlebih saat hujan mengguyur.
Kondisi jembatan yang kerap rusak tersebut ternyata juga menjadi perhatian Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Kotim.
Anggota Komisi IV DPRD Kotim, Rini Anderson, mengungkapkan bahwa persoalan Jembatan Patah Kapten Mulyono telah beberapa kali dibahas dalam forum dewan.
Menurut Rini, jembatan tersebut sebenarnya telah masuk dalam usulan perbaikan.
Namun, kebijakan efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah daerah membuat rencana perbaikan belum bisa direalisasikan pada tahun ini.
“Jembatan Patah itu sudah pernah dibahas dan memang masuk untuk perbaikan. Tapi kemarin ada efisiensi anggaran, jadi kemungkinan besar tahun ini belum ada perbaikan,” ujar Rini Anderson saat dikonfirmasi, Jumat (16/1/2026).
Ia mengakui, kondisi jembatan saat ini sudah memprihatinkan dan berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat yang melintas setiap hari.
Terlebih, jembatan tersebut masih sering dilalui kendaraan bermuatan berat.
Meski demikian, Rini berharap pemerintah daerah tetap melakukan langkah-langkah pengamanan sementara agar risiko kecelakaan dapat diminimalkan, sembari menunggu kondisi keuangan daerah memungkinkan untuk dilakukan perbaikan permanen.
“Paling tidak ada pemeliharaan atau pengamanan sementara. Keselamatan masyarakat tetap harus menjadi perhatian,” katanya.
Sebelumnya, warga mengeluhkan kondisi jembatan yang kerap rusak meski sudah beberapa kali diperbaiki.
Baca juga: Kondisi Jembatan Patah Kapten Mulyono Sampit Kotim Kian Rapuh, Warga Melintas dengan Was-was
Baca juga: Jembatan Darurat di Sei Lenggana Kotim Kembali Rusak Sejak Jumat Malam, Lalu Lintas Lumpuh Total
Struktur jembatan berbahan rangka besi dan lantai kayu ulin itu dinilai tak lagi mampu menahan beban kendaraan berat, terutama truk bermuatan CPO yang rutin melintas pada sore hingga malam hari.
Akibatnya, perbaikan darurat yang dilakukan sering kali hanya bertahan dalam waktu singkat.
DPRD Kotim pun berharap ke depan ada solusi jangka panjang berupa pembangunan ulang jembatan secara permanen, agar akses vital tersebut kembali aman dan layak digunakan oleh masyarakat. (