Arti Kata Realita, Realita Artinya, Arti Realita dalam Bahasa Gaul, Bahasa Melayu Riau, Hubungan
January 16, 2026 07:29 PM

Baca juga: Arti Kata Flirt dan Flirt Artinya serta Arti Flirt dalam Bahasa Gaul dan Arti Flirt dalam Hubungan

Kata atau istilah ini sudah sering digunakan kaula muda dalam bahasa formal dan bahasa pergaulan di Riau, baik di media sosial maupun di dunia nyata.

Bagi para kaula muda Pekanbaru atau kaula muda Riau umumnya yang ingin menggunakan kata ini sebagai bahasa dalam pergaulan, simak penjelasannya agar paham artinya dan lawan bicara tidak salah paham.

A. Arti Kata Realita atau Realita Artinya

Secara bahasa, arti kata realita atau realita artinya adalah kenyataan atau keadaan yang sebenarnya.

Secara istilah, arti kata realita atau realita artinya adalah segala sesuatu yang ada dan terjadi, terlepas dari apakah kita menyadarinya atau tidak.

Realita merupakan dunia objektif yang ada di luar pikiran dan persepsi kita.

Berikut penjelasannya : 

- Objektivitas: Realita ada secara independen dari pikiran dan perasaan kita. Ini berarti bahwa realita tetap ada meskipun kita tidak mempercayainya atau tidak menyukainya.

- Kebenaran: Realita adalah kebenaran. Ini adalah apa yang sebenarnya terjadi, bukan apa yang kita inginkan atau harapkan terjadi.

- Fakta: Realita terdiri dari fakta-fakta, yaitu informasi yang dapat diverifikasi dan dibuktikan kebenarannya.

- Pengalaman: Kita mengalami realita melalui indra kita. Kita melihat, mendengar, mencium, merasakan, dan menyentuh realita.

- Interpretasi: Meskipun realita itu objektif, interpretasi kita terhadap realita bersifat subjektif. Kita semua memiliki cara pandang yang berbeda terhadap dunia, dan cara pandang ini memengaruhi bagaimana kita memahami dan merespons realita.

Berikut contoh realita :

- Matahari terbit setiap pagi.

- Bumi berbentuk bulat.

- Air mendidih pada suhu 100 derajat Celcius.

- Indonesia adalah negara kepulauan.

- Saya sedang mengetik jawaban ini.

Dalam percakapan sehari-hari, realita sering digunakan untuk menekankan bahwa sesuatu itu benar atau terjadi, meskipun mungkin sulit dipercaya atau tidak menyenangkan.

Misalnya, Realitanya adalah kita tidak punya cukup uang untuk membeli rumah itu.

B. Arti Realita dalam Bahasa Gaul

Secara istilah, arti realita dalam Bahasa Gaul adalah kenyataan atau keadaan yang sebenarnya.

Namun, penggunaannya seringkali memiliki penekanan atau nuansa tertentu.

Berikut penjelasannya : 

- Menekankan Kenyataan Pahit: Realita-nya emang hidup itu keras, bro! (Kenyataannya memang hidup itu keras, bro!) Di sini, realita digunakan untuk menekankan bahwa kenyataan seringkali tidak sesuai dengan harapan dan impian.

- Menyadarkan Orang Lain: Hadapi realita, deh! Dia nggak suka sama lo! (Hadapi kenyataan, deh! Dia nggak suka sama kamu!) Di sini, realita digunakan untuk menyadarkan orang lain dari khayalan atau harapan palsu.

- Mengakui Keadaan yang Sebenarnya: Realita-nya sih, gue emang nggak pintar-pintar amat. (Kenyataannya sih, aku memang nggak pintar-pintar amat.) Di sini, realita digunakan untuk mengakui keadaan diri sendiri atau situasi yang ada.

- Sebagai Sindiran: Terkadang, realita digunakan sebagai sindiran halus terhadap orang yang terlalu idealis atau tidak realistis. Contoh: Selamat datang di realita! (Selamat datang di kenyataan!)

Intinya, penggunaan kata realita dalam bahasa gaul seringkali lebih ekspresif dan memiliki penekanan emosional dibandingkan dengan penggunaan formalnya.

Kata ini sering digunakan untuk menghadapi kenyataan yang sulit, menyadarkan orang lain, atau mengakui keadaan yang sebenarnya.

C. Arti Realita dalam Bahasa Melayu Riau

Secara istilah, arti realita dalam Bahasa Melayu Riau adalah kenyataan atau keadaan yang sebenarnya.

Berikut penjelasan arti realita dalam Bahasa Melayu Riau dan penggunaannya : 

- Menekankan kenyataan: Realita-nya memang macam itu lah. (Kenyataannya memang seperti itu lah.)

- Menyadarkan seseorang: Jangan mimpi siang, hadapi realita! (Jangan mimpi siang, hadapi kenyataan!)

- Mengakui keadaan: Realita-nya, susah nak cari kerja sekarang ni. (Kenyataannya, susah nak cari kerja sekarang ini.)

Meskipun maknanya sama dengan Bahasa Indonesia, pelafalan dan intonasi dalam Bahasa Melayu Riau mungkin sedikit berbeda, tergantung pada dialek dan gaya bicara masing-masing penutur.

Misalnya, kata realita mungkin diucapkan dengan sedikit penekanan pada suku kata terakhir, atau dengan intonasi yang lebih datar.

Secara keseluruhan, penggunaan dan pemahaman realita dalam Bahasa Melayu Riau tidak jauh berbeda dengan Bahasa Indonesia.

D. Arti Realita dalam Hubungan

1. Arti Realita dalam Hubungan Romantis

Secara istilah, arti realita dalam hubungan romantis adalah kenyataan yang ada dalam hubungan tersebut, baik yang menyenangkan maupun yang tidak.

Mencakup segala aspek hubungan, mulai dari kepribadian masing-masing individu, masalah yang dihadapi, hingga harapan dan ekspektasi.

Berikut penjelasan makna realita dalam hubungan romantis : 

- Menerima Pasangan Apa Adanya: Realita dalam hubungan berarti menerima pasangan dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Tidak mencoba mengubah mereka menjadi orang yang kita inginkan, tetapi mencintai mereka apa adanya.

- Menghadapi Masalah Bersama: Setiap hubungan pasti mengalami masalah. Realita adalah mengakui adanya masalah tersebut dan bekerja sama untuk mencari solusinya, bukan menghindarinya atau menyalahkan satu sama lain.

- Komunikasi yang Jujur: Realita dalam hubungan berarti berkomunikasi secara terbuka dan jujur tentang perasaan, pikiran, dan kebutuhan masing-masing. Tidak menyembunyikan apa pun atau berpura-pura bahagia jika sebenarnya tidak.

- Ekspektasi yang Realistis: Realita adalah memiliki ekspektasi yang realistis terhadap hubungan dan pasangan. Tidak mengharapkan kesempurnaan atau kehidupan seperti di film-film romantis.

- Kompromi dan Pengorbanan: Realita dalam hubungan berarti bersedia berkompromi dan berkorban demi kebahagiaan bersama. Tidak selalu mendapatkan apa yang kita inginkan, tetapi mencari solusi yang terbaik untuk kedua belah pihak.

- Perubahan dan Pertumbuhan: Realita adalah mengakui bahwa hubungan akan terus berubah dan berkembang seiring waktu. Bersedia untuk beradaptasi dan tumbuh bersama pasangan.

- Tidak Selalu Bahagia: Realita dalam hubungan berarti mengakui bahwa tidak setiap hari akan terasa bahagia. Akan ada saat-saat sulit, sedih, atau bahkan marah. Penting untuk tetap saling mendukung dan mencintai dalam situasi apa pun.

Realita penting dalam hubungan romantis karena :

- Membangun Fondasi yang Kuat: Hubungan yang dibangun di atas fondasi realita akan lebih kuat dan tahan lama.

- Meningkatkan Keintiman: Komunikasi yang jujur dan terbuka akan meningkatkan keintiman dan kedekatan emosional dalam hubungan.

- Mengurangi Konflik: Ekspektasi yang realistis dan kemampuan untuk menghadapi masalah bersama akan mengurangi konflik dan kesalahpahaman.

- Menciptakan Kebahagiaan yang Sejati: Menerima pasangan apa adanya dan membangun hubungan yang autentik akan menciptakan kebahagiaan yang lebih mendalam dan bermakna.

2. Arti Realita dalam Hubungan Pertemanan

Secara istilah, arti realita dalam hubungan pertemanan adalah kenyataan yang ada dalam pertemanan tersebut, termasuk kelebihan dan kekurangan masing-masing individu, dinamika hubungan, serta batasan-batasan yang ada.

Realita merupakan fondasi yang mendasari pertemanan yang sehat dan langgeng.

Berikut penjelasan makna realita dalam hubungan pertemanan : 

- Menerima Teman Apa Adanya: Realita berarti menerima teman dengan segala keunikan, kebiasaan, dan kekurangannya. Tidak mencoba mengubah mereka menjadi orang yang kita inginkan, tetapi menghargai mereka sebagai individu.

- Memahami Perbedaan: Realita adalah menyadari bahwa setiap orang berbeda, dan teman kita mungkin memiliki pandangan, minat, atau nilai-nilai yang berbeda dari kita. Menghormati perbedaan ini adalah kunci untuk menjaga pertemanan tetap harmonis.

- Menghadapi Konflik dengan Dewasa: Pertengkaran atau perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dalam pertemanan. Realita adalah menghadapi konflik dengan kepala dingin, mencari solusi yang saling menguntungkan, dan memaafkan kesalahan teman.

- Menetapkan Batasan: Realita adalah menetapkan batasan yang jelas dalam pertemanan. Ini termasuk batasan waktu, energi, dan sumber daya yang bersedia kita berikan. Menghormati batasan teman juga penting.

- Tidak Mengharapkan Kesempurnaan: Realita adalah tidak mengharapkan teman untuk selalu ada untuk kita atau memenuhi semua kebutuhan kita. Teman juga manusia biasa yang memiliki kehidupan sendiri dan mungkin tidak selalu bisa memenuhi harapan kita.

- Menjaga Komunikasi: Realita adalah menjaga komunikasi yang terbuka dan jujur dengan teman. Berbagi perasaan, pikiran, dan pengalaman, serta mendengarkan dengan empati.

- Mendukung dalam Suka dan Duka: Realita adalah saling mendukung dalam segala situasi, baik suka maupun duka. Merayakan kesuksesan teman dan memberikan dukungan saat mereka mengalami kesulitan.

Realita penting dalam hubungan pertemanan karena : 

- Membangun Kepercayaan: Menerima teman apa adanya dan menghormati batasan mereka akan membangun kepercayaan yang kuat dalam pertemanan.

- Mencegah Kekecewaan: Ekspektasi yang realistis akan mencegah kekecewaan dan sakit hati dalam pertemanan.

- Mempererat Hubungan: Komunikasi yang terbuka dan dukungan yang tulus akan mempererat hubungan pertemanan.

- Menciptakan Kebahagiaan: Memiliki teman yang menerima kita apa adanya dan selalu ada untuk kita akan membawa kebahagiaan dan kepuasan dalam hidup.

3. Arti Realita dalam Hubungan Keluarga

Secara istilah, arti realita dalam hubungan keluarga adalah kenyataan yang ada dalam dinamika keluarga tersebut, termasuk kekuatan dan kelemahan setiap anggota, sejarah keluarga, pola komunikasi, serta tantangan dan harapan yang dihadapi bersama.

Memahami dan menerima realita ini penting untuk membangun hubungan keluarga yang sehat, harmonis, dan suportif.

Berikut penjelasan makna realita dalam hubungan keluarga : 

- Menerima Anggota Keluarga Apa Adanya: Realita berarti menerima setiap anggota keluarga dengan segala keunikan, kebiasaan, dan kekurangannya. Tidak mencoba mengubah mereka menjadi orang yang kita inginkan, tetapi menghargai mereka sebagai individu yang berbeda.

- Memahami Sejarah Keluarga: Realita adalah memahami sejarah keluarga, termasuk peristiwa-peristiwa penting, tradisi, dan nilai-nilai yang diwariskan dari generasi ke generasi. Memahami sejarah keluarga dapat membantu kita memahami mengapa keluarga kita seperti sekarang ini.

- Menghadapi Pola Komunikasi yang Tidak Sehat: Realita berarti mengidentifikasi dan menghadapi pola komunikasi yang tidak sehat dalam keluarga, seperti kritik, penghindaran, atau manipulasi. Mencari cara untuk berkomunikasi secara lebih efektif dan terbuka.

- Menetapkan Batasan yang Sehat: Realita adalah menetapkan batasan yang sehat dalam hubungan keluarga. Ini termasuk batasan fisik, emosional, dan finansial. Menghormati batasan masing-masing anggota keluarga.

- Menerima Peran dan Tanggung Jawab: Realita adalah menerima peran dan tanggung jawab masing-masing anggota keluarga. Orang tua bertanggung jawab untuk membesarkan dan mendidik anak-anak, sementara anak-anak bertanggung jawab untuk menghormati dan membantu orang tua.

- Menghadapi Tantangan Bersama: Realita adalah mengakui bahwa keluarga akan menghadapi berbagai tantangan sepanjang waktu, seperti masalah keuangan, kesehatan, atau hubungan. Bekerja sama untuk mengatasi tantangan tersebut sebagai sebuah tim.

- Memaafkan Kesalahan: Realita adalah memaafkan kesalahan yang dilakukan oleh anggota keluarga lain. Memendam dendam hanya akan merusak hubungan keluarga.

- Menghargai Perbedaan Pendapat: Realita adalah menghargai perbedaan pendapat dan sudut pandang dalam keluarga. Tidak semua orang akan selalu setuju, dan itu tidak masalah.

- Menciptakan Tradisi Keluarga: Realita adalah menciptakan tradisi keluarga yang unik dan bermakna. Tradisi keluarga dapat membantu mempererat hubungan dan menciptakan kenangan indah.

Realita penting dalam hubungan keluarga karena : 

- Membangun Fondasi yang Kuat: Memahami dan menerima realita keluarga akan membangun fondasi yang kuat untuk hubungan yang sehat dan harmonis.

- Meningkatkan Komunikasi: Menghadapi pola komunikasi yang tidak sehat dan belajar berkomunikasi secara lebih efektif akan meningkatkan kualitas hubungan keluarga.

- Mengurangi Konflik: Menetapkan batasan yang sehat dan menghargai perbedaan pendapat akan mengurangi konflik dan kesalahpahaman.

- Menciptakan Lingkungan yang Suportif: Menerima dan mendukung satu sama lain akan menciptakan lingkungan keluarga yang suportif dan penuh kasih sayang.

- Mewariskan Nilai-Nilai Positif: Memahami sejarah keluarga dan menciptakan tradisi yang bermakna akan mewariskan nilai-nilai positif kepada generasi berikutnya.

Sumber: tribunpekabaru.com, kbbi.web.id, kbbi.co.id, Kamus Bahasa Indonesia - Bahasa Melayu Riau

Demikian penjelasan tentang arti kata realita atau realita artinya dan arti realita dalam Bahasa Gaul serta arti realita dalam Bahasa Melayu Riau hingga arti realita dalam hubungan romantis dan arti realita dalam hubungan pertemanan serta arti realita dalam hubungan keluarga .

( Tribunpekanbaru.com / Pitos Punjadi )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.