Karhutla di Kotim, Tiupan Angin Kencang Membakar 6 Hektare Lahan di Desa Ujung Pandaran
January 16, 2026 06:05 PM

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT – Karhutla di Kotim, Angin kencang bertiup kencang membuat api dengan cepat menyebar dan membakar lahan gambut yang kering, pada Kamis (15/1/2026) siang kemarin.

Kepulan asap mulai terlihat membumbung dari kejauhan di jalur menuju Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). 

Tak butuh waktu lama, laporan masuk ke BPBD Kotim sekitar pukul 12.25 WIB. 

Seorang relawan Dompet Peduli, Iky Delon, menjadi orang pertama yang menginformasikan adanya kebakaran lahan di kawasan tersebut.

Api diketahui muncul di area yang oleh warga setempat dikenal sebagai daerah Prada, sekitar 2 kilometer dari Jalan Provinsi Ujung Pandaran–Sampit. 

Medan yang sulit serta minimnya sumber air menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Tim gabungan baru tiba di lokasi sekitar pukul 15.07 WIB. 

Saat itu, api sudah membakar lahan kosong seluas kurang lebih 6 hektare, disertai asap tebal yang menyelimuti area sekitar.

“Angin yang cukup kencang membuat api cepat menyebar. Selain itu, vegetasi berupa lahan gambut dan mineral juga mempercepat perambatan api,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kotawaringin Timur, Multazam.

Sebanyak 16 personel TRC BPBD Kotim dikerahkan, dibantu unsur Polsek Jaya Karya, Koramil 1015/01 MHS, Babinsa, Pemerintah Desa Ujung Pandaran, Masyarakat Peduli Api (MPA) Teluk Sampit, KPHP Menteng Selir, serta dukungan dari PT Siemon Agri.

Pemadaman dilakukan hingga pukul 17.00 WIB. Namun, tidak semua titik api dapat dijinakkan. Beberapa lokasi masih menyala lantaran tidak tersedia akses darat dan terbatasnya air, mengingat kondisi kemarau dan lokasi berada di sekitar Sungai Tinggiran.

“Kami fokus agar api tidak semakin melebar. Untuk titik yang tidak bisa dijangkau, dilakukan pemantauan ketat,” ujar Multazam.

Meski sempat menyulitkan petugas, kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan permukiman. 

BPBD Kotim memastikan, kondisi kebakaran dalam keadaan terkendali, dengan kebutuhan mendesak dinyatakan nihil.

Baca juga: Ancaman Karhutla di Kotim Mengintai, 63 Hotspot Terdeteksi Selama Juli 2025, Berikut Daftar Lokasi

Baca juga: Karhutla di Kotim, BPBD Catat 10 Kasus Lahan Masyarakat Terbakar Capai 5,5 Hektare

Sebagai langkah pencegahan, BPBD Kotim mengimbau pemerintah desa agar mulai menyiapkan peralatan pemadam kebakaran. 

Warga juga diminta lebih berhati-hati, khususnya tidak melakukan pembakaran sampah atau membuka lahan dengan cara membakar, mengingat Kotim mulai memasuki musim kemarau.

“Kami harap kesadaran masyarakat semakin meningkat, agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkas Multazam.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.