TRIBUNMANADO.CO.ID - Kepedulian terhadap warga terdampak banjir bandang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, terus mengalir.
Hingga saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Utara mencatat sedikitnya 15 ton beras telah terkumpul di Posko Bantuan Pemerintah Provinsi Sulut.
Bantuan ini merupakan buah dari solidaritas berbagai elemen, mulai dari masyarakat umum, instansi pemerintah, hingga organisasi kemasyarakatan yang bahu-membahu meringankan beban para korban.
“Sejak posko bantuan dibuka, sudah terdata sekitar 15 ton beras yang masuk,” ujar Kepala BPBD Sulut, Adolf Tamengkel, Jumat (16/1/2026).
Distribusi Logistik dan Dukungan Finansial Pihak BPBD tidak menunda waktu dalam penyaluran.
Sebagian besar stok beras tersebut telah diteruskan ke BPBD Kabupaten Kepulauan Sitaro untuk segera dibagikan kepada warga di Pulau Siau yang terdampak.
Selain bantuan dalam bentuk fisik, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga membuka kanal bantuan melalui rekening khusus penggalangan dana di bawah koordinasi Posko Bantuan Bencana Sitaro.
Langkah ini diambil untuk memastikan kebutuhan darurat yang lebih spesifik dapat terpenuhi dengan cepat.
“Benar, posko bantuan bencana Sitaro sudah membuka rekening. Dana yang masuk akan difokuskan untuk penanganan korban bencana,” tegas Tamengkel.
Fokus Penanganan dan Sinergi Pemerintah Dana yang terkumpul nantinya akan dialokasikan untuk sektor-sektor krusial, seperti pemenuhan pangan, penyediaan layanan kesehatan, hingga pemulihan fasilitas dasar yang hancur diterjang banjir.
Adolf Tamengkel menambahkan bahwa inisiatif ini merupakan hasil koordinasi intensif dengan BNPB dan Pemerintah Provinsi Sulut, khususnya melalui Asisten I Setdaprov Sulut, Denny Mangala.
Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah ini diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan di wilayah kepulauan Sulawesi Utara tersebut.
Data terbaru hingga Rabu (14/1/2026) pukul 08.30 Wita mencatat ratusan rumah terdampak, dengan puluhan di antaranya dilaporkan hilang setelah terseret derasnya arus banjir bandang.
Bencana ini melanda Kecamatan Siau Timur, Siau Barat, dan Siau Barat Selatan.
Sejumlah wilayah yang mengalami kerusakan terparah meliputi Kelurahan Bahu dan Paseng, serta Kampung Bandil, Laghaeng, Batusenggo, Peling, dan Bumbiha.
Kepala BPBD Sulawesi Utara, Adolf Tamengkel, mengungkapkan besarnya skala kerusakan permukiman menunjukkan kuatnya daya rusak banjir bandang yang membawa material lumpur, kayu, dan bebatuan.
“Berdasarkan laporan posko penanggulangan bencana, tercatat 27 rumah hilang, 52 rumah rusak berat, 29 rumah rusak sedang, dan 89 rumah rusak ringan,” ujar Adolf Tamengkel saat ditemui di Posko Bantuan Pemprov Sulut, Rabu (14/1/2026).
Ia menjelaskan, kerusakan paling signifikan terjadi pada permukiman yang berada di sepanjang alur sungai dan kawasan lereng. Tidak sedikit rumah warga yang bukan hanya rusak, tetapi lenyap terseret material banjir.
Selain merusak rumah warga, banjir bandang juga berdampak pada fasilitas umum.
Sedikitnya lima ruas jalan penghubung antarwilayah, empat gedung sekolah, dua rumah ibadah, serta Kantor Polres Kepulauan Sitaro turut terdampak.
Meski sempat tertimbun material banjir, seluruh akses jalan kini sudah dapat dilalui kendaraan bermotor setelah dilakukan pembersihan menggunakan alat berat.
Secara keseluruhan, 472 KK atau 1.371 jiwa tercatat terdampak banjir bandang di Pulau Siau.
Adolf menegaskan, pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten terus melakukan pendataan lanjutan serta penilaian kebutuhan pascabencana sebagai dasar penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi.
“Pendataan kerusakan rumah dan permukiman terus kami perbarui.
Data ini akan menjadi dasar penanganan hunian sementara dan rencana rehabilitasi ke depan,” katanya.
Sementara itu, penanganan darurat masih difokuskan pada pencarian dua korban yang dilaporkan hilang, pembersihan material banjir, serta pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.
Tim gabungan TNI, Polri, BPBD, Basarnas, pemerintah daerah, dan relawan hingga kini masih bekerja di lapangan dengan dukungan alat berat dan peralatan SAR.
Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (singkatan: Kabupaten Sitaro) adalah sebuah kabupaten di provinsi Sulawesi Utara, Indonesia dengan Ibukota Ondong Siau.
Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro di bentuk dari hasil pemekaran wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Talaud (SATAL) pada tahun 2007.
Jumlah penduduk Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro hingga pertengahan tahun 2024 sebanyak 70.723 jiwa. (REN)