TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Hampir sepekan terakhir cuaca di Bengkalis didominasi panas hampir merata.
Kondisi ini membuat potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali membayangi wilayah Bengkalis.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bengkalis mulai mulai waspada dan melakukan pemantauan kemungkinan titik api muncul.
"Kita mulai waspada, petugas kita sudah mulai kembali melakukan patroli memastikan tidak ada titik api yang muncul di wilayah masing masing," ungkap Manager Pusdalops PB BPBD Bengkalis Erzansyah kepada tribunpekanbaru.com, Jumat (16/1) siang.
Meskipun demikian sejauh ini laporan dari petugas setiap kecamatan wilayah Bengkalis masih nihil Karhutla terjadi.
"Tim kita masih terus melakukan kontrol di beberapa wilayah rawan Karhutla," jelasnya.
Kondisi cuaca panas di Bengkalis memang belum merata seluruh wilayah.
Beberapa kecamatan bahkan masih ada yang mendung dan berawan, tetapi intensitas hujan sudah jauh menurun.
Baca juga: Antisipasi Rayap Besi di Bengkalis, Dishub Ganti Bahan Penutup Drainase dengan Fiber
Baca juga: Memasuki Peralihan Musim, Warga Bengkalis Dihimbau Waspadai Diare
Erzansyah mengatakan, beberapa titik rawan Karhutla di Bengkalis yang terus di pantau diantaranya di Desa Sungai Batang Kecamatan Bengkalis, serta beberapa daerah di daratan Sumatera terutama di Bathin Solapan.
"Petugas kita melakukan patroli rutin setiap harinya. Pemantauan dilakukan baik melalui aplikasi maupun secara langsung titik rawan Karhutla," jelasnya.
Pihaknya mengatakan, memang saat ini Bengkalis masih dalam status siaga Hidrometreologi, namun dengan kondisi cuaca saat ini kemungkinan setelah masa siaga hidrometereologi berakhir di Januari akhir akan dilakukan pembahasan kemungkinan Februari akan beralih siaga Karhutla.
"Februari nanti akan kita bahas bersama dengan stakeholder terkait. Namun sekarang masih melihat perkembangan cuaca ke depannya menjelang Februari ini," terangnya.
Erzansyah mengatakan, memang diprediksi bulan Februari akan terjadi puncak cuaca panas. Jika ini terjadi tentu perlu dilakukan pembicaraan bersama untuk menentukan status siaga Karhutla, bisa saja berlangsung hingga Juni 2026 mendatang.
"Intinya kita tunggu rilis BMKG terkait prediksi cuaca terlebih dahulu, guna memastikan akan melakukan pembahasan di Februari mendatang," tandasnya.
Dengan kondisi cuaca saat ini BPBD mulai mengimbau masyarakat untuk waspada terutama saat berada di kebun atau lahan masing masing.
Pihaknya meminta agar tidak melakukan aktifitas yang bisa menimbulkan titik api atau melakukan pembakaran.
(tribunpekanbaru.com/Muhammad Natsir)