Warga Sekitar Kali Ciliwung Geger, Temukan Jasad Tanpa Identitas Mengapung
January 16, 2026 06:36 PM

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Jakarta - Warga yang tinggal di sekitaran Kali Ciliwung dibuat geger setelah ditemukannya sesosok jasad yang diketahui tanpa identitas, mengapung di kali.

Penemuan jasad anonim tersebut terjadi tepatnya di Kali Ciliwung, Lenteng Agung, Tanjung Barat, Jakarta Selatan, Jumat (16/1/2026).

Setelah jenazah dievakuasi dari sungai, ditemukan luka lebam di wajah korban.

Saat ini jenazah telah dibawa ke RS Fatmawati untuk dilakukan penanganan lebih lanjut. 

Kali Ciliwung adalah satu di antara sungai utama di Jawa Barat dan DKI Jakarta yang mengalir dari kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, hingga bermuara di Teluk Jakarta.

Sungai ini memiliki peran penting sebagai sumber air, drainase, dan pengendali banjir.

Namun, Kali Ciliwung juga sering mengalami pencemaran dan meluap saat musim hujan, sehingga kerap menyebabkan banjir di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Dikutip Tribunlampung.co.id dari Tribunnews.com, Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma Dewi menjelaskan tubuh korban ditemukan pertama kali oleh dua orang saksi, Abdulrahman selaku PJLP UPS Badan Air, dan seorang warga, Sukamta.

Abdulrahman mulanya berpatroli bersama empat orang rekannya dan kemudian melihat tubuh manusia tidak bergerak mengapung di Kali Ciliwung. 

"Saksi melaporkan kepada pengawas, kemudian menunggu di lokasi penemuan jenazah tersebut," kata Kompol Nurma, Jumat.

Kemudian Bhabinkamtibmas mendatangi lokasi dan menghubungi tim Damkar untuk proses evakuasi.

Tim Inafis Polres Metro Jakarta Selatan kemudian mengidentifikasi korban, dan selanjutnya membawa jenazah ke RS Fatmawati untuk dilakukan autopsi.

Kepolisian juga mengambil tindakan antara lain mengecek tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan dari saksi-saksi di lokasi kejadian.

"Hasil tim identifikasi bahwa ditemukan adanya luka lebam yang berada di wajah korban."

"Jenazah sudah dibawa ke RS Fatmawati untuk dilakukan autopsi," ucap Kompol Nurma.

Baca juga: Ditemukan Meninggal, Jasad Syafiq Ali Pendaki Gunung Slamet dalam Kondisi Sujud

Ditemukan Mengapung di Sungai

Di tempat lain, warga Gadingrejo, Pringsewu, Lampung, digegerkan atas penemuan jasad seorang pria tanpa identitas, yang mengapung di aliran sungai.

Penemuan jasad pria tanpa identitas tersebut tepatnya terjadi di aliran Sungai Way Cinta, Pekon Bulurejo, Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Selasa (21/1/2025). 

Wakapolsek Gadingrejo, Ipda Decki Ariyadi, mengungkapkan, jasad korban pertama kali ditemukan dua pemuda yang sedang menjaring ikan di sungai sekitar pukul 13.45 WIB.

Awalnya, kata Decki, kedua saksi mengira benda yang mengapung tersebut adalah sampah atau bantal.

Namun, setelah terdorong pusaran air, terlihat bentuk menyerupai kepala manusia.

Merasa curiga, lanjut Decki, kedua saksi mendekat untuk memastikan.

Setelah diketahui jika yang mengapung tersebut adalah jasad manusia, kedua saksi langsung berteriak meminta pertolongan. 

Karena tidak ada warga di sekitar lokasi, keduanya berlari menuju permukiman terdekat untuk melaporkan penemuan jasad tersebut.

“Pihak kepolisian yang menerima laporan langsung berkoordinasi dengan tenaga kesehatan, TNI, dan BPBD,” kata Decki, Selasa.

“Setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), jasad korban dievakuasi ke RSUD Pringsewu untuk pemeriksaan lebih lanjut,” imbuhnya.

Menurut Decki, korban diperkirakan berusia di atas 40 tahun dan memiliki ciri-ciri khusus berupa tato naga di dada sebelah kanan, tato bunga di dada sebelah kiri, serta tato kecil di tangan kiri.

Dengan ciri-ciri tersebut, polisi melakukan penelusuran hingga berhasil mengidentifikasi korban. 

“Korban diketahui bernama Suradi (54), warga Pekon Sidodadi, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu,” ungkap Decki.

Hasil penyelidikan sementara menunjukkan bahwa, kematian korban diduga murni akibat tenggelam dan tidak terkait dengan tindak pidana. 

Hal ini diperkuat hasil pemeriksaan medis yang tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Berdasarkan ciri-ciri fisik dan kondisi jasad, tenaga medis menduga korban telah meninggal dunia sekitar dua hari sebelum ditemukan,” tambahnya.

Pihak keluarga korban telah menerima kejadian ini dan menyatakan tidak bersedia dilakukan autopsi. 

“Jasad korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” pungkasnya.

( Tribunlampung.co.id / Oky Indrajaya )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.