BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG- Forum kepemimpinan spiritual manajemen pesantren dan madrasah pada era modern digelar DPC Al Hasaniyyah Tabalong, Jumat (16/1/2026) siang, di Balai Rakyat Dandung Suchrowardi.
Melibatkan peserta dari kalangan pengasuh dan pimpinan ponpes serta kepala madrasah, kegiatan ini turut dihadiri Wabup Tabalong, Habib Muhammad Taufani Alkaf, Ketua MUI Tabalong, sejumlah tokoh agama dan pejabat lainnya.
Sementara untuk narasumber dalam forum ini dihadirkan secara langsung Rektor Universitas Islam Internasional (UII) Darullughah Wadda'wah (Dalwa), Habib Segaf Baharun, yang juga anak dari pendiri Ponpes Dalwa.
Dalam orasi ilmiahnya, Habib Segaf Baharun yang juga merupakan anak dari pendiri Ponpes Dalwa ini pada intinya menyampaikan bagaimana manajemen pesantren dan madrasah di era modern.
Baca juga: Lowongan Kerja Kejaksaan Negeri Tabalong Kalsel, Tersedia 4 Posisi, Pendidikan Minimal SMA
Di antaranya mengupas bagaimana strategi jitu dalam upaya menghubungkan nilai-nilai tradisi dengan perkembangan modern.
Sementara itu, Panitia Pelaksana, Ustadz Muhammad Ali Busthomi Al Qoriibaniy, menyampaikan, melalui forum ini diharapkan para pengasuh, pendidik, dan pemimpin madrasah semakin kuat secara rohani.
"Sehingga peradaban pesantren di Kabupaten Tabalong semakin bersinar dengan adanya bimbingan para guru-guru yang mulia," kata Ustadz Ali Busthomi.
Dengan adanya forum ini juga menjadi bagian untuk mendukung perwujudan Tabalong religius yang menjadi salah satu visi dari Tabalong Smart.
Terutama dalam rangka mencetak generasi-generasi terbaik di masa akan datang dan yang unggul di bidang agama.
Wabup Tabalong, Habib Muhammad Taufani Alkaf, saat sampaikan sambutan mengatakan, upaya untuk mewujudkan masyarakat yang religius menjadi salah satu tujuan dari visi Tabalong Smart.
Untuk mewujudkan itu, dari tujuh program prioritas Tabalong Smart yang saat ini dilaksanakan salah satunya berupa program Satu Desa Satu Da'i.
Baca juga: Terpilih Secara Aklamasi sebagai Ketua DPD Golkar Tabalong, H Fahmi Segera Lakukan Konsolidasi
Dalam pelaksanaan program Satu Desa Satu Da'i ini pihaknya juga bekerja sama dengan ponpes yang ada di Kabupaten Tabalong.
"Karena ingin memajukan dan mengembangkan ponpes yang ada di Kabupaten Tabalong," katanya.
Selain itu saat ini Pemkab Tabalong juga telah memberikan insentif bagi kaum langgar atau mushala dan masjid dan menanggung pembayaran listriknya.
Tak hanya itu, pemberian insentif bagi guru swasta baik dari BKPRMI, yayasan dan ponpes juga menjadi program yang telah dilakukan Pemkab Tabalong.
(banjarmasinpost.co.id/donyusman)