TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Wahyudi baru saja membersihkan rumahnya di Kebonadem Kecamatan Brangsong Kabupaten Kendal yang terendam luapan Kali Waridin sejak Kamis (15/1/2026) malam.
Air bah perlahan masuk ke rumahnya, dengan ketinggian di atas mata kaki. Genangan lebih dalam, berada di akses jalan permukimannya yang mencapai hampir selutut orang dewasa.
Pantauan sore ini pukul 17:30 WIB, genangan di gang-gang desa berangsur surut.
Baca juga: Rumah Solikin Jebol Dihantam Banjir, Karung Pasir Tak Bisa Menahan Luapan Sungai Waridin Kendal
Namun air masih menggenangi selokan, halaman perkantoran, serta lapangan dan sawah.
"Alhamdulillah sudah surut tadi sekitar ashar itu sudah kering depan halaman rumah saya. Ini baru selesai bersih-bersih," katanya ditemui di rumahnya, Jumat (16/1/2026).
Wahyudi menuturkan, air masuk ke jalan di depan rumahnya sehabis magrib. Volume air tiba-tiba bertambah setelah hujan deras hampir 5 jam.
"Awal-awal itu kok jalanan sudah tergenang. Saya keluar sebentar terus air itu mengalir dari barat, langsung tinggi," ungkapnya.
Dia pun langsung bergegas menyelamatkan barang-barang berharga, termasuk surat-surat maupun barang elektronik lain.
Hanya saja, dia tak bisa memindahkan motor maupun mobilnya ke tempat yang tak terendam banjir karena air sudah terlalu tinggi. Jika dipaksakan, ia khawatir motornya akan mogok.
Meski begitu, motor dan mobilnya masih bisa menyala tanpa kendala setelah terendam banjir di rumahnya.
Tepian jalan Pantura Brangsong juga sempat menjadi tempat parkir darurat warga, yang mengamankan motor maupun mobilnya dari genangan banjir.
"Sebenarnya mau tak bawa ke pinggir Pantura, di sana ternyata sudah banyak mobil dan motor yang diparkirkan di sana. Tapi ini tidak sampai mogok," sambungnya.
Dia bercerita, banjir akibat luapan Kali Waridin telah terjadi dua kali. Namun banjir kali ini tak cukup parah dibanding beberapa tahun silam.
"Dulu itu pernah banjir besar, karena tanggulnya jebol. Semua surat-surat berharga hilang. Kalau ini tidak separah dulu," ungkapnya.
Kasi Kedaruratan BPBD Kendal, Iwan Sulistyo mengatakan terdapat 5 kecamatan dan 19 desa/kelurahan yang terdampak banjir akibat hujan deras pada Kamis (15/1/2026) petang.
Di antaranya di Kecamatan Kendal, Brangsong, Pegandon, Ngampel serta Kaliwungu.
Banjir terparah terjadi di Desa Kebonadem Kecamatan Brangsong dan Desa Kumpulrejo Kecamatan Kaliwungu yang melanda ratusan rumah warga akibat luapan Kali Waridin.
"Iya karena luapan Kali Waridin. Untuk genangan masih ada di Kecamatan Ngampel, Pegandon sama Kendal kota," paparnya.
Dia menambahkan, pihaknya belum mendirikan dapur umum namun terdapat dua titik dapur umum yang diinisiasi oleh Kepala Desa dan PKK.
Keduanya berada di Desa Sumberrejo Kecamatan Kaliwungu, serta Desa Karangmulyo Kecamatan Pegandon.
Baca juga: KSR PMI dan FOKMI USM Terjun Langsung Bantu Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Kudus
"Tidak ada pengungsi, itu cuma inisiasi Pak Kades sama PKK saja," tuturnya.
Di sisi lain, pihaknya juga belum meningkatkan status bencana menjadi tanggap darurat.
"Bencana yang saat ini terjadi, menurut kajian kami belum menggangu kehidupan dan penghidupan masyarakat," tandasnya. (ags)