Laporan jurnalis TribunBekasi.com, Rendy Rutama Putra
TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI SELATAN- Pembangunan Wisata Air Kalimalang rampung pada akhir Maret 2026.
Proyek yang digadang menjadi ikon wisata baru Kota Bekasi itu saat ini masih berjalan secara bertahap dan terus digesa PT Mitra Patriot (PTMP).
Direktur Utama PT Mitra Patriot (Dirut PTMP), David Hendradjid Rahardja, mengatakan hingga kini pihaknya telah mengirimkan sekitar 30 kontainer ke kawasan wisata tersebut sebagai penunjang area kuliner.
“Sampai hari ini yang sudah ada itu sekira 30 kontainer yang sudah dikirim. Tapi itu juga bukan berarti 30 kontainer itu nantinya bentuknya seperti itu, karena masih akan dimodifikasi agar lebih eye catching,” kata David, dikutip Jumat (16/1/2026).
David menjelaskan, sejumlah kontainer tersebut nantinya akan didesain ulang agar tidak terkesan kumuh dan benar-benar menarik secara visual.
Jika proyek telah selesai sepenuhnya, total akan ada 87 kontainer yang ditempatkan di kawasan Wisata Air Kalimalang.
Dari jumlah tersebut, 15 persen di antaranya diprioritaskan untuk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Rencananya kalau tidak ada halangan yang sifatnya urgency, ada 87 kontainer yang nanti diletakkan di komplek wisata Kali Malam sebagai penunjang kuliner. Dari 87 itu, sekitar 15 persennya kita prioritaskan untuk UMKM,” jelasnya.
David menuturkan dengan porsi tersebut, ia memperkirakan sekira 12 kontainer akan dialokasikan khusus bagi UMKM.
Terkait tarif sewa, PTMP menerapkan dua skema berbeda antara pelaku UMKM dan non-UMKM.
“Untuk non-UMKM tarifnya sekitar Rp100 juta per tahun. Sedangkan untuk UMKM kita berikan diskon 50 persen, jadi hanya Rp50 juta per tahun,” tuturnya.
David menyampaikan, kategori UMKM masih dibuka bagi pedagang kecil, mikro, dan menengah yang ingin mengajukan proposal usaha.
Pendaftaran dibuka hingga 31 Januari 2026, dengan antusiasme masyarakat yang dinilai cukup tinggi.
“Hari ini saja sudah ada sekitar 40 proposal yang masuk ke kami yang ingin berdagang di sana, khususnya dari UMKM,” ucapnya.
Namun demikian, David menegaskan pihaknya tidak akan terburu-buru dalam menentukan calon pedagang.
Seleksi akan dilakukan secara ketat bersama Dinas UMKM serta Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Bekasi.
Jika di lapangan nantinya pelaku UMKM masih merasa keberatan dengan biaya sewa Rp50 juta per tahun, PTMP juga menyiapkan skema subsidi melalui kerja sama branding dengan perusahaan minuman atau makanan.
“Kami akan pilih UMKM yang benar-benar memenuhi persyaratan administrasi, memiliki surat keterangan resmi, dan track record usaha yang baik. Karena nantinya ini akan menjadi ikon Kota Bekasi,” tegasnya.
Selain itu, David memaparkan PTMP juga membuka kemungkinan satu kontainer digunakan oleh dua UMKM dengan sistem sekat untuk menekan biaya sewa.
Untuk kategori non-UMKM, David menyebutkan akan diisi oleh perusahaan besar yang sudah memiliki branding nasional.
Brand non UMKM itu seperti Starbucks, KFC, McDonald’s, Solaria, dan Mie Gacoan.
“Ukuran kontainer kurang lebih 3x5 meter. Kalau dianggap terlalu luas, bisa dibagi dua supaya lebih terjangkau,” pungkasnya. (M37)