Penyanyi Andien jadi salah satu dari sekian banyak orang yang turut membaca buku memoar “Broken Strings” karya Aurélie Moeremans. Usai membaca kisah tersebut, Andien pun curhat bahwa ia juga pernah alami kekerasan dalam hubungan pacaran.
Lewat unggahan di akun X pribadinya pada Senin (12/1) ia mengatakan pernah dibuat pesimis untuk mendapat pasangan yang baik karena latar belakang keluarga yang tidak sempurna.
Andien ungkap pernah alami abusive relationship
Ilustrasi perempuan terjebak abusive relationship. Foto: Tirachard Kumtanom/Shutterstock
Gita Aulia, Dosen Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta mengatakan perilaku ini tidak muncul begitu saja. Laki-laki yang memiliki kepribadian manipulatif umumnya dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:
1. Kebutuhan kontrol yang tinggi
Seseorang yang berperilaku manipulatif merasa tidak aman atau takut ditinggalkan oleh pasangannya.
2. Harga diri yang rapuh
Untuk merasa berharga seseorang merasa dirinya perlu mendominasi pasangan dengan mengambil kontrol diri atas pasangan mereka.
3. Pengalaman relasi masa lalu yang disfungsional
Kepribadian manipulatif bisa dapat tumbuh dari lingkungan keluarga yang penuh konflik atau relasi tidak setara.
Alasan perempuan bertahan dengan laki-laki manipulatif
Gita mengatakan perempuan yang bertahan di hubungan manipulatif sering disalahkan. Padahal menurutnya seseorang yang memilih keputusan tersebut bukan berarti lemah. Terdapat beberapa alasan yang memengaruhi hal tersebut:
1. Ikatan emosional yang kuat
Hubungan manipulatif sering diawali dengan perhatian berlebihan dan romantisasi yang intens, sehingga sulit untuk melepaskan diri.
2. Memiliki harapan pasangan dapat berubah
Banyak perempuan memilih bertahan karena percaya pasangannya akan berubah sesuai janji yang diucapkan.
3. Memiliki rasa bersalah dan keraguan
Pasangan manipulatif kerap melakukan gaslighting, membuat korban merasa bersalah dan meragukan dirinya sendiri.
Cara keluar dari zona manipulasi
Perbesar
Ilustrasi pasangan bertengkar atau berdebat. Foto: Shutterstock
“Keluar dari hubungan manipulatif adalah proses psikologis, bukan keputusan instan,” ujar Gita. Namun, terdapat beberapa cara untuk terbebas dari hubungan manipulatif. Berikut saran dari Gita:
1. Validasi perasaan diri sendiri
Sadari rasa lelah yang dirasakan saat menjalani hubungan. Timbang baik buruknya untuk kebahagiaan diri sendiri.
2. Membangun batasan pribadi (boundaries)
Ketika hubungan sudah tidak sehat, korban perlu membatasi komunikasi secara bertahap untuk mengurangi ketergantungan emosional.
3. Mencari dukungan
Dukungan dari orang terpercaya seperti teman, keluarga, atau tenaga profesional sangat penting untuk membantu keluar dari hubungan manipulatif.
Baca juga: Alasan Perempuan Sering Tanya ke Pasangan "Kamu Sayang Aku, Nggak?"