Pasca Keracunan MBG, Dinkes Mojokerto Pastikan 441 Korban Terdampak Sudah Pulang Dari Rumah Sakit
January 16, 2026 10:32 PM

 

SURYA.CO.ID, MOJOKERTO - Dinas Kesehatan (Dinkes) memastikan kondisi seluruh pasien terdampak keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, kondisinya telah pulih, Jumat (16/1/2026).

Berdasarkan data terbaru Pemkab Mojokerto dari total 411 warga terdampak yang dirawat di rumah sakit/ puskesmas, 334 telah lebih dulu diperbolehkan pulang. Sementara sebanyak 77 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit, Rabu (14/1/2026).

Berkat optimalisasi Tenaga Kesehatan (Nakes) dan dokter  profesional dari Pemda, jumlah pasien terdampak insiden keracunan terus berkurang.

Hasilnya dari 77 pasien tersebut, ada 74 diperbolehkan pulang dan masih tersisa 3 pasien yang dirawat di rumah sakit, Kamis (15/1). Ketiga pasien ini masing-masing di RS Sakinah, RS Kartini dan RS Sidowaras. 

Sedangkan, seluruh pasien terdampak keracunan yang paling banyak dirawat di RSUD Prof dr Soekandar Mojosari, seluruhnya sudah pulang. 

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Mojokerto, Dyan Anggrahini Sulistyowati menjelaskan, pihaknya memastikan kondisi seluruh pasien terdampak keracunan MBG berangsur membaik bahkan sudah diperbolehkan pulang, termasuk 3 pasien yang dirawat di rumah sakit tesebut. 

"Seluruhnya (pasien terdampak), baik yang dirawat di rumah sakit maupun puskesmas hari ini sudah diperbolehkan pulang," ujar Dyan, Jumat (16/1/ 2026).

Dyan menyebut, bahwa hasil uji laboratorium terhadap sampel para korban terdampak insiden ini telah keluar. Sampel dari para korban dilakukan uji laboratorium di Labkesda Mojokerto. 

"Hasil laboratorium sudah kami serahkan ke BGN (Badan Gizi Nasional) dan yang akan menyampaikan hasil tersebut adalah BGN," tukasnya.

Kronologi Keracunan Soto Ayam MBG

Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa (Gus Barra) sebelumnya memaparkan terkait awal mula kejadian gejala keracunan usai menyantap soto ayam menu MBG, Jumat (9/1/2026) siang.

Menu MBG dipasok dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Bina Bangsa Semarang-03, Pondok Pesantren Al Hidayah di Dusun Rejeni, Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo.

Pemda akhirnya memutuskan mendirikan posko penanganan cepat di Ponpes An-Nur Kutorejo, lantaran korban terdampak keracunan paling banyak di tempat tersebut. "Jadi sudah fixed (Pasti) totalnya menjadi 411 pasien," ucap Gus Barra.

Menurutnya, dari keterangan siswa, santri maupun wali murid yang diterimanya, mereka mengalami gejala keracunan meski mencicipi sisa makanan itu sedikit. Beberapa siswa membawa pulang menu MBG ke rumah dan dimakan kelurganya.

"Itu ayamnya sudah tidak ada, dimakan sama kakaknya. Tinggal sedikit telur mau dicuci sama ibunya akhirnya dimakan sedikit. Akhirnya, adiknya dan kakaknya serta ibunya juga kena," bebernya.

Indikasi penyebab keracunan diduga berasal dari telur dari soto ayam menu MBG yang dipasok oleh SPPG Kutorejo, namun hal itu belum dapat dipastikan menunggu hasil sampel uji di laboratorium.

Metode penyimpanan komponen makanan juga patut diduga menjadi penyebab peristiwa ini.

"Bisa jadi penyimpanannya, karena penyimpanan suhu minus nah itu kemarin ternyata kurang dari itu. Kalau jangka waktu, mengolah makanan (distribusi) sudah aman," tandasnya. ****

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.