TRIBUN-BALI.COM - Aktivitas wisata di Pelabuhan Tua Buleleng ditutup sejak Senin (12/1). Kebijakan ini diambil mengingat kondisi cuaca buruk sejak beberapa hari belakangan.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Buleleng, I Gede Dody Sukma Oktiva Askara mengatakan, penutupan aktivitas wisata ini untuk menjamin keselamatan masyarakat maupun pedagang.
Apalagi berdasarkan prediksi BMKG, masih ada siklon yang berdampak pada kondisi cuaca. "Selama dari sisi keselamatan belum memungkinkan, kami tutup sementara," tegasnya, Jumat (16/1).
Selain pertimbangan keamanan wisatawan, penutupan aktivitas wisata ini juga karena adanya kerusakan di ujung dermaga yang kerap dimanfaatkan warga untuk memancing. Kerusakan terjadi pada Senin malam akibat dampak cuaca buruk dan baru diketahui keesokan harinya.
Sebagai langkah pengamanan, Dinas Pariwisata Buleleng telah berkoordinasi dengan Polsek Kota Singaraja untuk pemasangan garis polisi di area dermaga. Selain itu, papan imbauan penutupan sementara juga telah dipasang di lokasi.
Baca juga: ALAMI Gangguan Jiwa Berat, SO Schizophrenia, Kasus Perusakan Penganiayaan Tidak Dilanjutkan Polisi!
Baca juga: LAYANAN Angkutan Siswa Gratis Diperluas hingga Dawan Klungkung, Ini Kata Bupati Satria
"Kami sudah koordinasi dengan Polsek Kota untuk pemasangan police line dan imbauan penutupan demi keselamatan," imbuhnya.
Dody mengatakan, perbaikan dermaga menunggu kondisi cuaca membaik dan siklon dinyatakan selesai. Menurut dia, apabila pengecekan dilakukan saat ini ia khawatir tidak akan optimal.
Sebab potensi siklon masih akan berlangsung dalam beberapa pekan ke depan. "Nanti setelah kondisi cuaca lebih stabil, kami minta bantuan teknis dari Dinas PU untuk melakukan pengecekan kelayakan," imbuhnya.
Dampak penutupan juga dirasakan pada aktivitas wisata bahari. Layanan wisata lumba-lumba (dolphin watching) untuk sementara dihentikan.
"Kami sudah sosialisasi ke ASITA (Asosiasi Travel Agent). Karena cuaca tidak memungkinkan, paket wisata dolphin tidak dijual dulu," tandasnya. (mer)