TRIBUN-BALI.COM.COM, DENPASAR – Sejumlah peristiwa besar menyita perhatian publik Bali dalam sepekan terakhir.
Mulai dari kasus dugaan kekerasan terhadap anak yang viral di media sosial, hingga terbongkarnya sindikat mafia solar subsidi dengan keuntungan miliaran rupiah.
Berikut rangkuman peristiwa yang paling banyak diperbincangkan masyarakat.
Video Kekerasan Anak di Denpasar Barat Viral, Polisi Lakukan Penyelidikan
Jagat maya dihebohkan oleh beredarnya video dugaan kekerasan terhadap seorang anak di bawah umur di wilayah Denpasar Barat. Dalam rekaman tersebut, seorang perempuan terlihat melakukan aksi kekerasan fisik terhadap korban.
Polresta Denpasar memastikan kasus tersebut kini ditangani serius oleh Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim. Laporan polisi tercatat dengan nomor LP/B/12/I/2026/SPKT/POLRESTA DENPASAR/POLDA BALI, tertanggal 4 Januari 2026.
Kasi Humas Polresta Denpasar, IPTU I Gede Adi Saputra Jaya, menjelaskan peristiwa terjadi pada Sabtu, 3 Januari 2026 sekitar pukul 08.30 WITA di Jalan Dam T. Badung, Denpasar Barat.
Korban berinisial NKSW alias S (11) awalnya diantar ayah kandungnya untuk mengikuti pertandingan pencak silat. Namun, di tengah perjalanan, ayah korban berhenti di lokasi kejadian setelah menerima telepon mencurigakan.
Tak lama kemudian, terlapor berinisial NKI, yang diduga memiliki hubungan dekat dengan ayah korban, datang bersama dua perempuan lain. Salah satu rekannya bahkan diminta merekam kejadian tersebut.
Baca juga: Viral Video Perempuan Dianiaya, Terungkap TKP di Denpasar, Bukan di Singaraja
Korban dilaporkan mengalami penjambakan, pukulan di kepala, mulut diremas, hingga tamparan di wajah. Mirisnya, ayah kandung korban disebut hanya diam menyaksikan kejadian tersebut.
Polisi telah melakukan visum di RS Bhayangkara Denpasar, memeriksa saksi-saksi termasuk ibu korban, pelatih silat, serta mengamankan rekaman CCTV di sekitar lokasi. Kasus masih dalam tahap penyelidikan mendalam, dan terlapor terancam dijerat Pasal 76C jo Pasal 80 UU Perlindungan Anak.
Otak Mafia Solar Subsidi “Man Tompel” Resmi Ditahan Polda Bali
Kasus mafia solar subsidi yang merugikan negara miliaran rupiah juga menjadi sorotan publik. NN alias Man Tompel (54), yang disebut sebagai otak sindikat, akhirnya resmi ditahan Polda Bali setelah dua kali mangkir dari panggilan penyidik dengan alasan sakit.
Penahanan dilakukan usai pemeriksaan intensif di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bali, Selasa (13/1/2026).
Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy, mengungkapkan penahanan dilakukan setelah pemanggilan ketiga terhadap tersangka.
Sindikat ini diketahui menyedot solar subsidi menggunakan kendaraan dengan tangki modifikasi di sejumlah SPBU wilayah Denpasar dan Badung.
Solar tersebut kemudian ditimbun di sebuah gudang di kawasan Suwung Batan Kendal milik PT LA, yang ironisnya merupakan agen resmi BBM industri mitra Pertamina.
Baca juga: Tegaskan Tak Sesuai Konteks, Johnny Jansen Luruskan Isu Viral Sistem Rekrutmen Pemain di Indonesia
Dalam penggerebekan, polisi menyita 9.900 liter solar subsidi, tiga truk tangki, serta enam tandon penyimpanan. Solar subsidi tersebut dijual kembali ke konsumen industri dan kapal wisata dengan harga Rp13.000 per liter, jauh di atas harga subsidi Rp6.500.
Polda Bali menetapkan lima tersangka, yakni NN sebagai otak, serta MA, ND, AG, dan ED. Dari bisnis ilegal yang berjalan sekitar enam bulan ini, keuntungan sindikat diperkirakan mencapai Rp4,89 miliar.
Empat tersangka telah ditahan, sementara satu tersangka lainnya, ED (26), kini berstatus DPO dan masih dalam pengejaran polisi.
Para pelaku dijerat UU Migas sebagaimana diubah dalam UU Cipta Kerja, dengan ancaman maksimal 6 tahun penjara dan denda hingga Rp60 miliar. (*)