Laporan Wartawan Tribun Gayo Asnawi Luwi | Aceh Tenggara
Tribungayo.com, KUTACANE - Pasca bencana banjir dan banjir bandang di Aceh Tenggara, masyarakat sangat membutuhkan pelayanan jasa penerbangan perintis Kutacane, Banda Aceh.
Namun, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) atau Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membatalkan sepihak pelayanan penerbangan perintis untuk Bandara Alas Leuser Kutacane, Aceh Tenggara.
Kasatpel Bandara Alas Leuser Kutacane, Marwan Sultan kepada Tribungayo.com, Sabtu (17/1/2026) mengatakan, pihak Kementerian Perhubungan Udara benar telah membatalkan layanan penerbangan di Bandara Alas Leuser Kutacane di Desa Lawe Kinga Lapter Kecamatan Semadam.
Pembatalan ini sepihak. Sebelumnya, selama ini untuk penerbangan rute Kutacane dari Bandara Alas Leuser menuju Bandara Internasional Blang Bintang Aceh Besar - Banda Aceh (PP) menggunakan pesawat terbang Susi Air.
Namun, tahun ini, ada perubahan dan proses tender pemenangan untuk melayani penerbangan tahun 2026 di Bandara Alas Leuser Kutacane dari PT Smart Cakrawala Aviation.
Baca juga: Bawa Bantuan Banjir Aceh Tenggara, Pesawat KKP Mendarat di Bandara Alas Leuser
Artinya, bukan pesawat Susi Air lagi yang melayani penerbangan perintis di Bandara Alas Leuser Kutacane.
Pihak Kementerian Perhubungan secara tiba-tiba membatalkan sepihak untuk pelayanan jasa penerbangan di Bandara Alas Leuser Kutacane.
Seharusnya, di Bandara Alas Leuser Kutacane itu, sudah melayani perdana penerbangan perintis jenis pesawat Smart Aviation pada tanggal 13 dan 14 Januari 2026 yang lalu.
Karena adanya pembatalan pelayanan penerbangan di Bandara Alas Leuser Kutacane, tiket sudah habis terjual untuk jadwal keberangkatan pada Selasa dan Rabu rute Kutacane - Banda Aceh, akhirnya dikembalikan ke para penumpang.
Sementara itu terpisah, Pengamat Kebijakan Publik Aceh, Dr Nasrul Zaman menyesalkan sikap sepihak dari Kementerian Perhubungan atau Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) yang membatalkan sepihak pelayanan penerbangan di Bandara Alas Leuser Kutacane.
Saat ini, pasca banjir dan banjir bandang di Aceh Tenggara hingga memasuki transisi pemulihan pasca bencana tentunya, membutuhkan beroperasi penerbangan perintis pesawat Smart di Bandara Alas Leuser Kutacane.
Karena, kata dia lagi, Bandara Alas Leuser itu tentunya sangat diharapkan masyarakat Aceh Tenggara agar memudahkan mereka untuk rapat koordinasi dengan Pemerintah Aceh, apalagi jarak transportasi darat cukup jauh dan melelahkan dari Aceh Tenggara menuju Banda Aceh maupun Medan.
"Atas nama masyarakat Aceh Tenggara, kita meminta kepada Gubernur Aceh dan Komisi V DPR RI Dapil Aceh untuk segera menyurati Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto agar penerbangan di Bandara Alas Leuser Kutacane tetap dilanjutkan, karena ini cukup dibutuhkan masyarakat di Aceh Tenggara. Misalnya untuk rapat kerja, bisnis maupun anak-anak bersekolah di Banda Aceh," ujar Nasrul Zaman yang juga Tokoh Masyarakat Aceh Tenggara. (*)