Update Gunung Burni Telong, 17 Januari 2026: Alami Belasan Gempa Vulkanik
January 17, 2026 01:54 PM

 

Laporan Wartawan Tribun Gayo Bustami | Bener Meriah

TribunGayo.com, REDELONG - Petugas Pos Pengamatan Gunung api Burni Telong di Kabupaten Bener Meriah, kembali merilis laporan terbaru mengenai aktivitas kegempaan gunung api tersebut, pada Sabtu (17/1/2026) pukul 07.24 WIB.

Gunung Burni Telong dengan ketinggian 2.623 Meter di Atas Permukaan Laut (MDPL) ini, menunjukkan peningkatan aktivitas di bawah permukaan.

Berdasarkan pengamatan periode, Jumat (16/1/2026), status Gunung Burni Telong masih bertahan pada Level II (Waspada).

Meskipun secara visual puncak Gunung Burni Telong tampak tenang dan tidak mengeluarkan asap kawah, instrumen pemantau merekam aktivitas signifikan di dalam perut bumi.

Baca juga: Update Aktivitas Gunung Burni Telong: Gempa Vulkanik Meningkat, Status Waspada Bertahan

Aktivitas Kegempaan

Dalam kurun waktu 24 jam, tercatat sebanyak 15 kali gempa Vulkanik Dalam, munculnya gempa ini mengindikasikan adanya pergerakan magma atau tekanan gas di kedalaman gunung yang perlu diwaspadai. 

Berikut rinciannya:

  • Gempa Vulkanik Dalam: 15 kali (Amplitudo 6-30 mm, Durasi 24-30 detik)
  • Gempa Tektonik Jauh: 3 kali (Amplitudo 24-30 mm)

Kondisi Cuaca dan Visual

Sepanjang hari Jumat kemarin, cuaca di sekitar area pegunungan dilaporkan cerah hingga berawan dengan suhu udara sejuk berkisar 18-25°C. 

Angin bertiup lemah ke arah timur, secara visual, meski terkadang tertutup kabut, tidak teramati adanya asap yang keluar dari kawah utama.

Rekomendasi bagi Masyarakat

Pihak Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui petugas pos pengamatan Gunung Burni Telong, Ihsan Nopa Abadi, mengeluarkan imbauan tegas demi keselamatan bersama.

Radius Aman

  • Masyarakat, pengunjung, maupun pendaki dilarang keras mendekati kawah aktif dalam radius 3 kilometer.

Bahaya Gas Beracun

  • Hindari area fumarola dan solfatara (lubang gas belerang), terutama saat cuaca mendung atau hujan, karena risiko konsentrasi gas berbahaya dapat meningkat.

Tetap Tenang

  • Warga diminta tetap tenang namun selalu sigap mengikuti arahan pihak berwenang.

​Sebagai informasi, Status Level II (Waspada) menandakan aktivitas gunung berada di atas level normal.

Masyarakat diimbau untuk selalu memantau informasi resmi melalui aplikasi MAGMA Indonesia atau berkoordinasi langsung dengan pos pengamatan setempat. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.