BREAKING NEWS - Perampokan di Kecamatan Jorong Tanahlaut, Ibu Rumah Tangga Ditodong Pistol
January 17, 2026 02:42 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI – Warga Desa Simpang Empat Sungaibaru, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan, dibuat geger oleh peristiwa perampokan yang terjadi pada Sabtu (17/1/2026) pagi, sekitar pukul 06.00 Wita.

Kabar perampokan itu dengan cepat menyebar di sejumlah grup media sosial setelah beredar video amatir berdurasi 29 detik. 

Dalam video tersebut, tampak warga berkumpul di lokasi kejadian, disertai informasi dari seorang warga bernama Faturrahman yang menyebut telah terjadi perampokan di sebuah rumah di Kompleks Perumahan Jalan Majelis, RT 17.

Dalam informasi yang beredar, pelaku disebut mengancam korban menggunakan benda menyerupai pistol dan berhasil menggasak uang tunai. 

Kabar lain yang beredar di grup media sosial menyebutkan uang yang dibawa kabur pelaku sekitar Rp 3 juta serta satu unit telepon genggam. 

Baca juga: Mendadak Alihkan Topik tentang Ruben Onsu, Wendi Cagur dan Igun Sentil Nasib Duda Sarwendah

Bahkan, muncul pula informasi bahwa Polsek Jorong bergerak cepat mengamankan dua orang yang diduga sebagai pelaku, yang disebut-sebut masih memiliki hubungan saudara.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, rumah yang menjadi sasaran perampokan merupakan milik Aini. Saat kejadian berlangsung, Aini sedang berada di Masjid As Sadiqin untuk melaksanakan salat Subuh.

Di rumah, hanya ada sang istri, Samsiah—yang akrab disapa Mama Rizki—bersama tiga orang anaknya.

Dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Faturrahman menjelaskan bahwa dirinya juga berada di masjid saat kejadian. Insiden perampokan itu terjadi pukul 05.27 Wita.

Usai salat Subuh, jamaah sempat mengikuti pengajian singkat atau kultum. Masjid As Sadiqin berjarak sekitar 300 meter dari rumah korban.

Sedangkan rumah Fathurrahman berada di tepi Jalan A Yani, tepat di samping muara Jalan Majelis (arah kompleks Citra di RT 7 Dusun 2).

Mengutip penuturan Samsiah,  Faturrahman menuturkan pelaku tiba-tiba masuk ke dalam rumah dengan mengenakan penutup kepala jenis kupluk yang hanya terlihat mata.

Pelaku kemudian menodongkan benda yang sepintas menyerupai pistol ke arah korban.

Situasi semakin mencekam ketika anak korban yang paling kecil mendekat dan justru ikut ditodong oleh pelaku. 

Dalam kondisi panik, Samsiah memberanikan diri bertanya kepada pelaku apakah menginginkan uang. Pelaku disebut tidak bersuara dan hanya menganggukkan kepala.

Samsiah kemudian menyerahkan tas miliknya yang berisi uang tunai sekitar Rp 3 juta, satu unit handphone, serta sejumlah barang lain yang diduga termasuk kartu ATM. Setelah menerima tas tersebut, pelaku langsung melarikan diri.

Tak lama setelah kejadian, Samsiah berteriak meminta pertolongan. Warga sekitar yang mendengar teriakan tersebut segera berdatangan ke rumah korban.

(banjarmasinpost.co.id/banyu langit roynalendra nareswara)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.