Jakarta (ANTARA) - Kapur barus selama ini lebih dikenal sebagai bahan pengharum dan pengusir serangga di dalam lemari atau ruangan tertutup. Namun, di balik fungsi utamanya tersebut, kapur barus ternyata memiliki sejumlah manfaat lain yang belum banyak diketahui oleh masyarakat.
Dengan sifat aromatik dan kandungan senyawa aktif di dalamnya, kapur barus kerap dimanfaatkan dalam berbagai keperluan rumah tangga hingga pengobatan tradisional.
Pemahaman yang tepat mengenai manfaat kapur barus dapat membantu masyarakat memanfaatkannya secara lebih optimal dan aman dalam kehidupan sehari-hari.
Berikut ini manfaat dari kapur barus, berdasarkan informasi yang telah dihimpun dari berbagai sumber.
Manfaat kapur barus
1. Mengusir serangga di dalam rumah
Salah satu kegunaan kapur barus yang cukup dikenal, tetapi kerap dianggap sepele, adalah kemampuannya menghalau berbagai jenis serangga. Bau tajam yang dihasilkan kapur barus tidak disukai kecoa, semut, nyamuk, hingga kutu kecil.
Kapur barus dapat ditempatkan di area yang sering menjadi sarang serangga, seperti kolong wastafel, dekat tempat sampah, atau sudut ruangan yang lembap. Tanpa menggunakan bahan kimia semprot, serangga biasanya akan menjauh dengan sendirinya. Selain mudah diterapkan, cara ini juga relatif ekonomis, cukup mengganti kapur barus saat aromanya mulai berkurang.
2. Mencegah masuknya tikus
Tidak hanya serangga, tikus juga cenderung menghindari aroma kapur barus. Manfaat ini cukup membantu, terutama bagi rumah yang sering dilalui hewan pengerat tersebut. Kapur barus dapat diletakkan di jalur yang biasa dilewati tikus, seperti di dekat lubang, dapur, atau area penyimpanan.
Aroma kapur barus yang kuat membuat tikus enggan mendekat dan mencari tempat lain. Meski tidak berfungsi membasmi, metode ini efektif sebagai langkah pencegahan awal, terutama jika dibarengi dengan menjaga kebersihan rumah.
3. Membantu mengurangi jamur dan kelembapan
Ruangan yang lembap sering memicu munculnya jamur dan bau apek. Salah satu manfaat kapur barus adalah membantu mengurangi kondisi tersebut, terutama di ruang tertutup seperti lemari, gudang, atau tempat penyimpanan yang jarang dibuka.
Kapur barus dapat membantu menekan bau lembap dan memperlambat pertumbuhan jamur. Meski tidak menggantikan sirkulasi udara yang baik, penggunaannya bisa menjadi solusi tambahan untuk menjaga ruangan tetap kering.
4. Menghilangkan bau tidak sedap pada sepatu
Kapur barus juga bermanfaat untuk mengatasi bau pada sepatu. Sifatnya sebagai pengharum alami membantu mengurangi bakteri dan kuman penyebab bau.
Cara penggunaannya cukup sederhana, yaitu dengan memasukkan beberapa potongan kapur barus ke dalam sepatu dan membiarkannya semalaman. Namun, kebersihan kaki tetap perlu diperhatikan dengan mencuci kaki secara rutin, menggunakan kaus kaki bersih, serta memastikan sepatu benar-benar kering sebelum dipakai kembali.
5. Mengurangi bau pada tempat sampah
Tempat sampah sering menjadi sumber aroma tidak sedap di dalam rumah. Untuk mengatasinya, kapur barus bisa diletakkan di bagian dasar tempat sampah atau dalam wadah kecil di sekitarnya.
Aroma kamper membantu menekan bau dari sisa makanan maupun sampah basah. Cara ini cukup praktis dan akan lebih efektif jika disertai kebiasaan mengganti kantong sampah secara rutin.
Cara aman menggunakan kapur barus
Meski memiliki beragam kegunaan, kapur barus tetap harus digunakan secara bijak. Hindari menempatkannya di lokasi yang mudah dijangkau oleh anak-anak maupun hewan peliharaan.
Selain itu, sebaiknya kapur barus tidak bersentuhan langsung dengan kulit dalam waktu yang lama. Jika digunakan di ruangan tertutup, pastikan sirkulasi udara berjalan dengan baik agar aroma yang dihasilkan tidak terlalu kuat dan mengganggu pernapasan.
Gunakan kapur barus dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan. Dengan pemakaian yang tepat, manfaat kapur barus dapat dirasakan secara optimal tanpa menimbulkan risiko atau efek yang tidak diinginkan.







