Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhammad Uqel
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG-Satu-satunya dermaga yang menjadi akses utama warga Pulau Tunda, Desa Wargasara, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, ambruk.
Kondisi ini membuat warga kesulitan menjalankan aktivitas sehari-harinya, seperti bongkar muat barang dan sandar kapal nelayan.
Hampir seluruh warga Pulau Tunda menggantungkan hidupnya sebagai nelayan dan buruh melalui dermaga tersebut.
Pulau Tunda memiliki luas sekitar 260 hektare dengan jumlah penduduk sekitar 1.700 jiwa.
Sekitar 85 persen kepala keluarga bermata pencaharian sebagai nelayan tradisional.
Aparatur Desa Wargasara, Rais, mengatakan kondisi dermaga utama di Kampung Timur Pulau Tunda hingga kini masih memprihatinkan.
Ia meminta pemerintah daerah segera melakukan perbaikan sebelum menimbulkan korban.
"Dermaga utama sampai hari ini masih rusak parah. Kami mohon dinas terkait segera merespons dan memperbaikinya sebelum ada warga yang terperosok seperti kejadian tahun lalu," kata Rais kepada TribunBanten.com, Sabtu, (17/1/2026).
Menurutnya, keresahan warga semakin meningkat karena dermaga tersebut merupakan akses utama bongkar muat barang kebutuhan pokok.
Aktivitas itu biasanya mengikuti jadwal keberangkatan Kapal Motor Tunda Express setiap Senin, Rabu, dan Sabtu.
Kata Rais, pihak Dinas Perhubungan Kabupaten Serang sudah sempat meninjau lokasi.
Kendati demikian, hingga kini belum ditemukannya langkah - langkah lanjutan pasca survei awal.
"Kami di desa bingung karena dermaga ini merupakan aset Dinas Perhubungan," ujarnya.
Sementara itu, Dinas Perhubungan Kabupaten Serang membenarkan adanya kerusakan pada dermaga utama Pulau Tunda.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Serang, Beni Yuarsa, menyebut kerusakan diduga disebabkan oleh usia bangunan, korosi air laut, serta beban muatan yang tinggi.
"Saya sudah memproyeksikan ke warga, desa, dan camat. Memang ada kerusakan di bagian ujung dermaga. Dugaan sementara karena bangunan sudah tua, korosi, dan beban berat," kata Beni.
Menurut dia, Dishub akan menurunkan tim bidang pelayaran untuk melakukan pengecekan struktur secara langsung guna mengidentifikasi tingkat kerusakan dan kebutuhan pemeliharaan.
Saat ini, penanganan sementara dilakukan dengan pemasangan tanda pembatas di area yang ambruk.
"Penanganan sementara sudah dilakukan agar tidak membahayakan," ujarnya.
Baca juga: Personel Brimob Polda Banten Bangkitkan Harapan Sekolah Anak-anak Terdampak Bencana di Aceh Utara
Beni menyebutkan, dermaga alternatif di sekitar lokasi masih dapat dimanfaatkan warga dan wisatawan sebagai tempat sandar sementara.
"Masih ada titik di sisi kiri dan kanan dermaga yang bisa digunakan," kata dia.
Untuk perbaikan permanen, Dishub Kabupaten Serang berencana mengusulkan anggaran pada tahun 2026 setelah hasil pengecekan lapangan selesai.
"Detail kerusakan dan kebutuhan anggaran akan dihitung setelah pengecekan struktur," ucapnya.
Dengan demikian, ia menilai ambruknya dermaga merupakan akibat minimnya perawatan berkala.