TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Insiden kebakaran kendaraan listrik kembali terjadi di jalan tol. Mobil listrik berjenis van hangus terbakar di ruas Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR), tepatnya tak jauh dari Gerbang Tol Fatmawati, Jakarta Selatan, pada Jumat (16/1/2026).
Peristiwa ini sempat memicu kemacetan lalu lintas dan menyita perhatian publik di media sosial. Informasi kebakaran tersebut pertama kali beredar melalui unggahan video akun Instagram @indie.driver.
Baca juga: Mobil Listrik DFSK Terbakar di Tol JORR, Diduga akibat Korsleting Listrik
Dalam video yang diunggah, terlihat sebuah mobil van dengan kondisi terbakar parah dari bagian depan hingga belakang. Api tampak cukup besar melalap hampir seluruh bodi kendaraan.
Dalam keterangannya, akun tersebut menyebutkan kebakaran terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Dugaan mobil tersebut merupakan kendaraan listrik diperkuat oleh pelat nomor berlis biru yang digunakan untuk kendaraan listrik di Indonesia. Selain itu, dari bentuk dan dimensinya, van tersebut diperkirakan merupakan DFSK Gelora E.
"Mobil listrik terbakar di tol JORR pada Jumat, 16-1-2026 sekitar pukul 16:00 WIB. Mobil mengalami kebakaran tak jauh dari GT Fatmawati, Jakarta Selatan," tulis akun @indie.driver, dikutip Tribunnews.com, Sabtu (16/1/2026).
Disebutkan pula, kebakaran bermula ketika pemilik kendaraan merasakan suhu panas tidak normal di bagian bawah mobil.
Pengemudi kemudian menghentikan kendaraan untuk memeriksa kondisi. Tak lama berselang, api muncul dan pemilik mobil langsung menghubungi petugas pemadam kebakaran.
Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) DKI Jakarta mengerahkan dua unit mobil pemadam dan 10 personel untuk menangani insiden tersebut.
Baca juga: Tips Aman Mengendarai Mobil Listrik Saat Hujan dan Banjir ala Komunitas EV
Api berhasil dipadamkan, namun kebakaran sempat menyebabkan kepadatan lalu lintas di sekitar lokasi kejadian.
Unggahan video tersebut langsung menuai beragam komentar dari warganet. Sejumlah pengguna mencoba mengidentifikasi jenis kendaraan yang terbakar. Akun @jiprat7 menulis, "Dari wujudnya sepertinya itu DFSK Gelora e".
Sementara itu, warganet lain menyoroti tantangan pemadaman kebakaran kendaraan listrik. Akun @goodboyezt1 berkomentar, "Betul begitu, kalau kebakaran di sistem lebih mudah dipadamkan, kalau kena battery nya akan lebih sulit dipadamkan dibandingkan mobil ICE".
Ada pula warganet yang berspekulasi sumber api bukan berasal dari baterai utama. "Keliatannya batre aki nya yg kebakar ga sih?" tulis akun @j.htmo.
Sedangkan akun @suskadeswianto menyinggung soal instalasi kelistrikan kendaraan yang dinilai perlu standar keamanan lebih ketat.
"Rata rata mobil biasa atau listrik teledornya hanya instalasi listriknya asal sambung. Jadi semua mobil biasakan standar istalasinya plug in. Pasti aman walau mahal," terang akun @suskadeswianto.
Sebagai informasi, DFSK Gelora E merupakan mobil listrik komersial ringan yang pertama kali meluncur di Indonesia pada 2021.
Mobil ini dibekali motor listrik jenis Permanent Magnet Synchronous Motor dengan daya 30 kW pada 3.600 rpm dan tenaga puncak 60 kW pada 9.000 rpm. Torsi maksimum yang dihasilkan mencapai 80 Nm pada 200 rpm.
Motor listrik tersebut ditopang baterai berkapasitas 42 kWh yang diklaim mampu menempuh jarak hingga sekitar 300 kilometer dalam sekali pengisian daya.
Untuk pengisian daya, baterai Gelora E dapat diisi dari 20 hingga 80 persen dalam waktu sekitar 80 menit menggunakan charger standar.